Pinjaman Rumah Tangga Korea Selatan Turun Secara Signifikan

Pertumbuhan tingkat pinjaman rumah tangga Korea Selatan dilaporkan turun secara signifikan di periode pertama tahun ini dari periode yang sama di tahun sebelumnya, akibat dari regulasi pinjaman yang lebih ketat serta lesunya pasar perumahan di negara tersebut.

Financial Services Commission, Financial Supervisory Service (FSC) bersama dengan Bank of Korea, menerbitkan data pinjaman sektor rumah tangga dari lembaga keuangan yang mencapai 5.2 triliun Won atau setara dengan $4.4 milliar di bulan Juni, dari 6.2 triliun Won pada periode yang sama di tahun sebelumnya, dan tercatat lebih lembah 700 milliar Won dari data yang tercatat di bulan Mei.

Pemotongan ini sebagian besar akibat dari perlambatan pertumbuhan pinjaman hipotek menjadi 2.6 triliun Won dari sebelumnya sebesar 2.9 triliun Won, serta dari sektor credit and overdraft yang berkurang menjadi 2.6 triliun Won dari 3.4 triliun Won sebelumnya.

Pertumbuhan pinjaman rumah tangga hanya mencatat kenaikan 18.1 triliun Won dalam enam bulan pertama di tahun ini, dari sebelumnya yang mencatat sebesar 33.6 triliun Won pada periode yang sama di tahun lalu. Sehingga data ini memberikan gambaran perlambatan yang signifikan, setelah sempat mencatat lonjakan sebesar 50.4 triliun Won di tahun 2016 dan 40.2 triliun Won di tahun 2017.

Namun demikian tingkat pinjaman bank di bulan Juni meningkat di tengah pasokan perumahan baru. Ini disebutkan dalam laporan bahwa tingkat pinjaman rumah tangga yang disalurkan oleh sektor perbankan berhasil bertambah sebesar 5.4 triliun Won selema periode Juni, dengan peningkatan sebanyak 400 milliar Won dari sebelumnya di bulan Mei dan tahun lalu, yang mana ini menjadi penambahan terbesarnya sejak mengalami kenaikan di bulan Desember lalu.

FSC menjelaskan bahwa subsidi pemerintah senilai 700 milliar Won bagi deposito perumahan yang ditawarkan oleh Korea Housing & Urban Guarantee Corporation, telah mulai tercatat masuk sebagai item pinjaman rumah tangga yang disalurkan oleh mulai tahun ini. Sehingga jika tidak memasukkan item tersebut, maka pertumbuhan pinjaman rumah tangga selama bulan Juni akan tetap sama dengan tahun sebelumnya.

Pinjaman lain yang disalurkan oleh sektor perbankan, sementara ini tercatat meningkat 1.5 triliun Won pada Juni, 300 miliar Won lebih sedikit dari tahun lalu dan mencatat sebesar 600 miliar won lebih lembah dari bulan sebelumnya.

Tingkat saldo pinjaman rumah tangga yang ada di sektor perbankan menurun hingga 200 milliar Won di bulan lalu, serta turun sebanyak 1.4 triliun Won dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan pinjaman berbasis hipotek turun 1.3 triliun Won di bulan Juni, mencatat pemangkasan 900 milliar Won dibanding tahun sebelumnya dan 200 milliar Won dari bulan Mei.

Salah seorang sumber mencatat bahwa industri real estate Korea Selatan secara keseluruhan tetap mengalami stagnansi di tengah ketatnya peraturan pinjaman yang termasuk rasio pinjaman terhadap nilai dan hutang serta mengacu kepada pendapatan dan debt service ratio (DSR).

Dengan acuan dari DSR maka lembaga keuangan dapat memberikan cerminan indeks yang membagi pembayaran pokok pinjaman berbasis kredit, kecuali pinjaman hipotek, berdasarkan pendapatan saat menghasilkan jumlah pinjaman yang dapat diperluas oleh debitur. Sistem debt service ratio (DSR) ini telah digunakan sejak Oktober tahun lalu, dan saat ini telah berlaku pula di sektor non-perbankan.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Bloomberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini