Perusahaan Retail Inggris Meminta Pembekuan ‘Tarif Bisnis’

Lebih dari 50 perusahaan retail Inggris, termasuk Sainsbury, Marks & Spencer, Asda dan Morrisons telah mendesak pemerintah untuk membekukan tarif bisnis dalam membantu mereka yang sedang berjuang dari tekanan pelemahan ekonomi.

Dalam sebuah surat kepada menteri keuangan baru Sajid Javid, yang diterbitkan pada hari Selasa, perusahaan retail meminta pemerintah untuk mengambil tindakan dalam “memperbaiki sistem harga bisnis yang rusak”.

Tarif bisnis adalah pajak untuk membantu membayar layanan lokal, dibebankan pada sebagian besar properti komersial, termasuk toko, gudang, pub, kafe, dan restoran. Mereka saat ini dihitung berdasarkan nilai sewa properti dan memiliki peningkatan atau pengganda inflasi tahunan.

Surat itu meminta pembekuan pengganda tarif bisnis untuk menghentikan kenaikan pajak lainnya.

Surat permohonan tersebut dikoordinasikan oleh kelompok lobi, British Retail Consortium (BRC), yang selama bertahun-tahun mengeluhkan sistem saat ini tidak adil.

Ini menunjukkan bahwa industri ini adalah perusahaan sektor swasta terbesar di Inggris, yang mempekerjakan sekitar tiga juta orang. Walaupun menyumbang 5% dari ekonomi Inggris, ia dibebani dengan 10% dari semua pajak bisnis dan 25% dari tarif bisnis.

Surat itu datang sehari setelah data BRC-Springboard menunjukkan 10,3% dari toko di Inggris kosong, tingkat tertinggi dalam empat tahun, menambah kesuraman yang tumbuh di sektor ini.

Ardian Karen

Read Previous

CPI AS Meningkat Sesuai Estimasi Dibulan Juli

Read Next

Xi Jinping Memilih Untuk Bersikap Lebih Keras Terhadap Washington

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *