Pertumbuhan Pekerjaan AS Melambat Namun Level Upah Naik

Pertumbuhan Pekerjaan AS Melambat Namun Level Upah Naik

Jalur pertumbuhan pekerjaan di AS mengalami perlambatan lebih dari yang diharapkan di bulan Agustus, seiring menurunnya level perekrutan sektor ritel selama tujuh bulan beruntun, namun level upah masih menguat sehingga mampu mendorong belanja konsumen di tengah meningkatnya ancaman ketegangan perdagangan.

Laporan ketenagakerjaan bulanan dari Departemen Tenaga Kerja yang diawasi secara ketat, menunjukkan adanya rebound setelah mengalami kontraksi di bulan Juli, yang mana hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum memberhentikan para pekerjanya.

Kalangan pakar ekonomi menilai bahwa laporan tersebut masih sejalan dengan kondisi ekonomi yang mengalami perlambatan, akan tetapi mungkin tidak terlalu mengarah kepada resesi seperti yang ditunjukkan oleh pasar finansial. Nonfarm payrolls meningkat sebesar 130.000 pekerjaan bulan lalu, didukung oleh perekrutan sementara dari 25.000 pekerja untuk sensus 2020.

Namun demikian Presiden Trump justru sedikit mengabaikan melambatnya rute pertumbuhan pekerjaan dan menuliskan di Twitter bahwa data pekerjaan yang baik.

Pertumbuhan pekerjaan yang lebih lambat juga sejalan dengan pemangkasan tajam di Institute for Supply Management dan industri ketenagakerjaan di Agustus.

Pada bulan lalu pemerintah AS memperkirakan bahwaekonomi AS mampu menciptakan sebanyak 501 ribu lebih sedikit pekerjaan dalam 12 bulan hingga Maret 2019, dibandingkan yang dilaporkan sebelumnya. Angka mengenai pertumbuhan menunjukkankenaikan, dengan penghasilan rata-rata per jam naik 0.4% di bulan lalu, yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak bulan Februari, setelah mencatat kenaikan 0.3% di bulan Juli sebelumnya.

Michael Feroli, seorang pakar ekonomi di JPMorgan di New York, menilai bahwa kenaikan upah ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mengurangi input tenaga kerja terhadap margin intensifnya.

Sementara itu pada hari Jumat lalu bertempat di Zurich Swiss, Ketua FED Jerome Powell kembali menegaskan bahwa FED akan terus menerapkan tindakan yang sesuai untuk menjaga ekspansi terpanjang dalam sejarah. Pasar memperkirakan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya kembali di bulan ini, setelah sebelumnya memangkasnya di bulan Juli untuk pertama kalinya sejak 2008 silam.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini