Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja AS Melambat, Emas Menuju Ke 1860

Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja AS Melambat, Emas Menuju Ke 1860
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Data ekonomi AS terkini menunjukkan adanya perlambatan dalam pasar tenaga kerja untuk bulan April. Hal ini memberikan peluang kenaikan harga emas untuk ke $ 1,860 meski dibayang-bayangi melambatnya permintaan emas fisik di India akibat pandemi. Dolar memperpanjang penurunan, sementara imbal hasil Treasury AS juga turun, menurunkan biaya peluang memegang emas batangan tanpa bunga.

Harga emas melonjak lebih dari 1% dalam perjalanan sepekan menjadi minggu terbaiknya sejak November setelah penurunan tak terduga dalam pertumbuhan lapangan pekerjaan AS pada bulan April sehingga mempercepat penurunan dolar dan imbal hasil Treasury AS.

Pada perdagangan di pasar spot, harga emas naik 0,84% menjadi $ 1,830.41 per tropy ons, dan ini naik 3,5% sepekan, terbaik sejak November 2020. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka AS, harga emas berakhir dengan ditutup naik 0,9% menjadi $ 1,831.30.

Harga emas melaju dan bisa mendorong menuju $ 1.857, dimana level resistensi selanjutnya di $ 1.925. Meski mengalami naik, kenaikan harga emas saat ini diperkirakan tidak akan berumur panjang. Hal ini lantaran data pekerjaan bulan depan bisa menunjukkan angka “meledak”.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya bahwa angka penggajian di sektor nonpertanian AS (Non Farm payroll) untuk bulan April naik hanya 266.000 pekerjaan, dimana para pemberi kerja kemungkinan besar frustrasi oleh kekurangan tenaga kerja saat ekonomi dibuka kembali. Laporan ini setidaknya untuk sementara memberikan sedikit air dingin pada gagasan Federal Reserve mungkin dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan banyak orang.

Di sisi fisik, permintaan turun di konsumen terbesar kedua India, di tengah pandemi yang memburuk turut mengeram laju kenaikan harga emas. Tapi semua aliran fisik fundamental ini, sementara mereka berkontribusi pada titik-titik infleksi dan koreksi, pada akhirnya dikerdilkan oleh pergerakan uang profesional.

Sumber: news.esandar.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas