Pertumbuhan Ekonomi Eurozone Melambat Di Kuartal Kedua

Pertumbuhan Ekonomi Eurozone Melambat Di Kuartal Kedua

Pertumbuhan ekonomi di blok negara-negara pengguna mata uang Mata uang tunggal Eropa dilaporkan berkurang hingga setengahnya di periode kuartal kedua tahun ini, seiring ekonomi Jerman yang mengalami penurunan nilai ekonomi serta melambatnya perdagangan. Badan Statistik Uni Eropa,

Eurostat mengatakan produk domestik bruto untuk Eurozone mengalami peningkatan sebesar 0.2% di kuartal kedua, melambat dari periode kuartal sebelumnya yang mencatat ekspansi hingga 0.4%. Angka ini sesuai dengan estimasi Eurostat sebelumnya dan sejalan dengan harapan pasar, sehingga semakin memberikan gambaran suram bagi kawasan tersebut yang tengah menghadapi ancaman dari ketidakpastian Brexit dan Trade War yang melanda pertumbuhan global.

Secara keseluruhan jalur perdagangan mengalami perlambatan selama kuartal kedua, ekses sektor impor yang yang mencatat pemotongan dari kuartal pertama serta jalur ekspor yang cenderung stagnan pasca mengalami pertumbuhan 0.9% di kuartal sebelumnya. Hingga saat ini jalur perdagangan memberikan kontribusi hingga 0.1 poin persentase negatif terhadap besaran GDP.

Meskipun Uni Eropa tidak terlibat langsung dalam friksi perdagangan yang terjadi antara AS dan Cina, namun perusahaan-perusahaan Eropa merasakan kesulitan untuk berproduksi di wilayah Cina atau memasok hasil produksi mereka seperti produk mesin ke sejumlah pabrik di Cina.

Selain itu pihak Washington juga telah berulang kali mengeluarkan ancaman denda perdagangan baru terhadap perusahaan Uni Eropa, setelah sebelumnya memberlakukan tingkat pajak terhadap produk baja dan aluminium di tahun lalu.

Ekonomi Jerman yang masih menjadi acuan bagi negara pengguna mata uang Mata uang tunggal Eropa lainnya, mengalami depresiasi sebesar 0.1% di periode tersebut, yang merupakan kinerja terburuk di kawasan Mata uang tunggal Eropa. Pemangkasan dalam tatanan industri Jerman pada bulan Juli lalu, telah menaikkan risiko resesi di kuartal ketiga ini, sehingga berpotensi membenamkan negara ekonomi terbesar di Eropa yang sangat bergantung kepada ekspornya.

Sementara Italia sebagai negara ekonomi ketiga terbesar di Eurozone, menghentikan pertumbuhannya di periode yang sama setelah hanya mencatat ekspansi sebesar 0.1% di kuartal pertama. Sedangkan ekonomi Perancis yang menjadi nomer dua terbesar, tercatat masih mempertahankan pertumbuhannya sebesar 0.3% di kuartal kedua, tidak berubah dari hasil yang dicatat pada kuartal pertama tahun ini.

Eurostat juga mencatat bahwa jalur pertumbuhan lapangan kerja di kawasan tersebut, mengalami perlambatan menjadi hanya 0.2% di kuartal kedua dari 0.4% pada kuartal sebelumnya.(WD)

Read Previous

Reuter’s Poll : GDP Jepang Tumbuh Lebih Lambat Dari Sebelumnya

Read Next

Pertumbuhan Pekerjaan AS Melambat Namun Level Upah Naik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *