Penurunan Pasar Tenaga Kerja Inggris Sedikit Mereda

Penurunan Pasar Tenaga Kerja Inggris Sedikit Mereda
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Penurunan pasar tenaga kerja di Inggris berada dalam laju yang melambat di bulan Juni lalu, meskipun demikian angka-angka yang dirilis belum termasuk data seberapa banyak tingkat kehilangan pekerjaan yang disebabkan oleh pandemi virus yang menghantam ekonomi di negara tersebut.

Office for National Statistics (ONS) menyampaikan data yang memuat indikator awal yang menunjukkan bahwa jumlah karyawan pada daftar gaji perusahaan turun 649.000 antara Maret dan Juni, dengan penurunan terbesar pada awal pandemi, sementara tingkat pengangguran secara tidak terduga tetap bertahan di angka 3.9% dalam tiga bulan hingga Mei, sedangkan jajak pendapat Reuters dari para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan naik menjadi 4.2%.

Salah seorang pejabat ONS mengatakan bahwa tingkat pengangguran telah mengalami tekanan seiring sebanyak setengah juta orang yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi dan tidak menerima upah, namun masih ada yang mempercayai bahwa mereka masih memiliki pekerjaan.

Namun jumlah orang yang memiliki pekerjaan dalam periode tiga bulan hingga Mei, mengalami penurunan paling banyak sejak 2011, turun sebanyak 126 ribu yang sebagian besar didorong oleh peralihan ke sektor wiraswasta.

Selain itu terdapat tanda lain dari kelemahan di pasar tenaga kerja dalam jumlah lowongan pekerjaan yang turun yang dihitung dalam periode tiga bulan hingga Juni, hingga ke level terendahnya sejak pencatatan data ini dimulai di tahun 2001, di kisaran 333 ribu atau 23% lebih rendah dari rekor terendahnya di tahun 2009 silam.

Pada pekan lalu Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak mengumumkan putaran langkah terbaru senilai 30 milliar Poundsterling untuk membendung kenaikan pengangguran yang telah diperkirakan, termasuk pembayaran bonus kepada pihak perusahaan yang melakukan perekrutan kembali kepada para pekerjanya yang mengambil cuti.

Akan tetapi sejak pandemi berlangsung dan diberlakukannya pembatasan aktifitas bisnis dan ekonomi Inggris, sejumlah perusahaan telah mengumumkan rencana PHK, mulai dari perusahaan keamanan swasta, G4S hingga perusahaan retailer Boots & John Lewis.(

Gulir ke Atas