Ming, 17 November 2019

Penjualan Mobil Di Cina Berpotensi Mengalami Penurunan

Penjualan Mobil Di Cina Berpotensi Mengalami Penurunan

Penjualan mobil di Cina berpotensi mengalami penurunan hingga menjadi 26 juta unit di sepanjang tahun ini, atau turun sekitar 8%, seiring pasar mobil terbesar dunia tersebut tengah bersiap mengalami kontraksi di tahun kedua di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan aturan standar emisi kendaraan yang lebih ketat.

Perkiraan ini dikemukakan oleh Fu Bingfeng selaku wakil ketua China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), yang mana perkiraan ini lebih rendah dari perkiraan penurunan 5% dari asosiasi tersebut pada bulan Juli lalu.

Di tengah suramnya pertumbuhan industri otomotif terbesar dunia dalam 20 tahun terakhir, para produsen otomotif seperti General Motors, Ford dan Peugeot SA semuanya melaporkan penurunan persentase penjualan hingga dua digit. Sejumlah perusahaan kecil bahkan sudah mulai menutup kapasitas produksi mereka sembari mencari langkah konsolidasi.

Lebih lanjut Fu mengatakan kepada Reuters bahwa untuk tahun ini pihaknya tengah berharap untuk melihat apakah mereka dapat mempertahankan laju penjualan sebanyak 26 juta unit kendaraan. beliau juga menyampaikan bahwa penurunan penjualan harus dilihat sebagai bagian dari transformasi industri menuju standar produksi yang lebih tinggi, emisi gas buang yang lebih rendah serta kendaraan dengan energi terbarukan, sehingga mampu menghadirkan prospek masa depan pasar otomotif yang bullish bagi asosiasi tersebut.

Selama tahun 2018 lalu, laju penjualan mobil di Cina tercatat sebanyak 28 juta unit, atau turun sekitar 3% dari tahun sebelumnya dan sekaligus mencatat penurunan penjualan pertama sejak dekade 90-an. Di tingkat bulanan laju penjualan juga turun di bulan September dan menandai penurunan selama 15 bulan berturut-turut.

Fu mengatakan penjualan mobil tahunan China pada akhirnya masih berada di jalur pertumbuhannya untuk mencapai penjualan sebanyak 30 juta unit pada tahun 2023 mendatang.

Namun, di tengah penurunan penjualan saat ini, Suzuki Motor Corp Jepang menjadi produsen mobil besar asing pertama yang menutup toko di negara ini. Merosotnya penjualan bahkan telah meluas ke penjualan kendaraan jenis new energy vehicles (NEV) akibat adanya kebijakan pemangkasan subsidi.

Penjualan produk otomotif jenis NEV jatuh hingga sebesar 34% di tingkat tahunan pada bulan September lalu, menyusul penurunan sebesar 16% pada bulan Agustus sebelumnya. menanggapi hal ini Fu menilai bahwa pengembangan kendaraan energi terbarukan masih berada di tahap awal, sehingga jika berbicara mengenai pertumbuhannya untuk saat ini belum memberikan arti apapun.(

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here