Pengiriman Produk Smartphone China Meningkat

Pengiriman Produk Smartphone Cina Meningkat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Permintaan terhadap produk smartphone China selama bulan Februari mengalami lonjakan sehingga tingkat pengiriman produk tersebut mencatat peningkatan hingga lebih dari tiga kali lipat di bandingkan bulan yang sama di tahun lalu.

Sehingga hal ini menunjukkan tanda-tanda rebound yang menggembirakan dari tahun sebelumnya yang mencapai titik nadir, di saat pandemi virus corona di China berada pada puncaknya.

China Academy of Information and Communications (CAICT), sebuah lembaga think-tank yang mendapat dukungan dari pemerintah, merilis data yang menunjukkan laju pengiriman produk smartphone China di tingkat tahunan mengalami lonjakan hingga 236.6% menjadi 21.3 juta unit smartphone pada bulan Januari lalu.

Angka ini lebih tinggi dari pengiriman produk smartphone sebanyak 6.3 juta unit pada bulan Februari tahun 2020 lalu dan bahkan lebih tinggi dari pengiriman di tahun 2019 sebelumnya sebanyak 14.9 juta unit saat belum terjadinya pandemi, yang menandakan laju pengiriman produk tersebut telah kembali ke level sebelum wabah virus merebak.

Pada saat penyebaran virus corona di awal 2020 lalu terjadi gangguan twerhadap aktifitas manufaktur serta ekonomi konsumen sehingga menodai sektor penjualan produk smartphone China, namun saat ini sebagian besar industri tersebut telah mampu pulih bersama dengan pemulihan ekonomi yang lebih luas.

Akan tetapi masih tersisa sejumlah permasalahan dalam produksi smartphone di China akibat kurangnya pasokan produk semikonduktor global, meskipun pandemi telah mereda di China.

Sejumlah faktor menjadi penyebabnya, termasuk kesalahan perhitungan permintaan, penutupan pabrik yang tidak diduga serta ketegangan perdagangan antara AS dan China, telah menyebabkan sejumlah perusahaan otomotif juga merasakan masalah kurangnya pasokan chip di akhir Desember lalu.

Pada akhir bulan Februari lalu, Lu Weibing selaku Vice President dari Xiaomi Corp memposting pesan singkat di media sosial China, dengan menyebutkan bahwa krisis produk chip saat ini sebagai suatu kekurangan yang ekstrim.

Seperti diketahui bahwa Xiaomi merupakan salah satu dari sejumlah produsen smartphone China yang meningkatkan produksinya di akhir tahun lalu, sebagai langkah untuk mengantisipasi penjualan yang kuat, menyusul sanksi AS terhadap Huwaei Technologies Co Ltd untuk membatasi kemampuannya untuk memproduksi produk smartphone.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas