Pemerintah Jepang Mengalokasikan Anggaran Tambahan Sebesar 4.4 triliun Yen

Sejumlah sumber yang dapat dipercaya menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Jepang akan mengalokasikan anggaran tambahan sebesar 4.4 triliun Yen ($40.52 milliar) untuk tahun fiskal berikutnya, sebagai langkah-langkah untuk memacu laju permintaan konsumen serta meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tercantum dalam strategi pertumbuhan dari Perdana Menteri Shinzo Abe.

Dalam upayanya mendorong aliran dana untuk lebih banyak lagi dialokasikan ke sektor-sektor pertumbuhan, pemerintah akan mendesak kementerian untuk memangkas pengeluaran di daerah, seperti sektor pekerjaan umum sebesar 10% dari anggaran tahun fiskal saat ini.

Lebih jauh disebutkan bahwa usulan rencana anggaran, yang akan disetujui oleh Kabinet Abe pada pekan ini, dimaksudkan untuk menjadi bagian dari garis besar anggaran untuk tahun fiskal berikutnya yang akan dimulai pada April 2020 mendatang. Untuk itu Kementerian Keuangan Jepang akan mengumpulkan pengajuan anggaran pengeluaran dari setiap kementerian lainnya yang sesuai dengan garis besar kebijakannya hingga akhir Agustus nanti.

Anggaran pengeluaran di tahun fiskal ini telah mencapai rekornya di angka 101.5 triliun Yen, termasuk tambahan 2 triliun Yen untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan pajak penjualan sebesar 10% pada Oktober mendatang. Demikian juga untuk tahun fiskal berikutnya, dapat dipastikan bahwa anggaran pengeluaran pemerintah Jepang masih akan mencapai lebih dari 100 triliun Yen dalam dua tahun beruntun, sehingga menggarisbawahi sulitnya pemerintah untuk membatasi laju pengeluaran fiskal di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekonomi.

Untuk itu disampaikan bahwa pemerintah tidak akan menetapkan batasan terhadap jumlah total dari pengeluaran tersebut, yang berarti bahwa langkah Abe akan semakin ketat di tengah upayanya untuk menyeimbangkan imperatif antara laju pertumbuhan dengan reformasi fiskalnya.

Sejumlah analis menilai bahwa Abe akan bersedia untuk meningkatkan pengeluaran fiskalnya, namun tetap bergantung pada penilaian terhadap sejauh mana pengaruh konflik perdagangan AS-Cina serta ketegangan yang masih tinggi antara AS dengan Iran, terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Jepang yang mengandalkan ekpornya.

Saat ini pemerintahan Abe harus mengendalikan hutang publik di sektor industri, yang melebihi dua kali ukuran ekonomi Jepang sebesar $5 triliun, dengan berupaya untuk menyeimbangkan antara anggaran primer dengan biaya pembayaran hutang di akhir tahun fiskal saat ini hingga Maret 2026.(WD)

Read Previous

Yen Hanya Bergerak Kecil Setelah Rilis BOJ

Read Next

Minyak Naik Namun Berpotensi Tetap Mendapat Tekanan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *