• 20 Januari 2020

Pemerintah Cina Kemungkinan Melanjutkan Kebijakan Pemangkasan Pajak

Salah seorang peneliti di pemerintahan Beijing, mengatakan bahwa risiko terbesar Cina saat ini terletak pada bagaimana pemerintah dapat menjaga pasar lokal tetap tertutup bagi para investor asing.

Hal ini disebabkan karena ketegangan perdagangan dengan AS telah memberi tekanan pada China untuk menanggapi keluhan yang sudah lama ada bahwa industri lokal utama terlarang bagi perusahaan asing, dan bahwa pemain domestik memiliki keuntungan yang tidak adil dalam ekonomi yang dikontrol negara China.

Namun pihak Beijing telah bertindak cepat di tahun ini, seiring pihak berwenang yang bergegas untuk mengeluarkan undang-undang investasi asing baru pada bulan Maret lalu. Pada bulan tersebut regulator mengeluarkan pengumuman bahwa perusahaan asing dapat mengambil kepemilikan penuh di bagian-bagian penting dari industri keuangan setidaknya satu tahun lebih awal dari yang diharapkan.

Akan tetapi penerapan undang-undang ini baru akan diluncurkan pada 1 Januari mendatang, yang juga merupakan waktu efektif berlakunya undang-undang yang mengatur investasi asing tersebut.

Salah seorang rekan di Development Research Center yang berada di bawah Dewan Negara, Zhao Jinping mengatakan bahwa mengenai risiko membuka keran investasi kepada pihak luar, dirinya berpikir bahwa hal tersebut tidak akan menjadi risiko terbesar bagi sektor investasi Cina.

Zhao juga mencatat mengenai latar belakang yang mengkhawatirkan dari timbulnya ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia serta kekhwatiran terjadinya perpecahan dalam sistem teknologi global antara AS dengan Cina.

Sementara Zhang Yuyan, direktur dan rekan senior di Institute of World Economics and Politics di bawah lembaga think tank yang berafiliasi dengan pemerintah Cina, Chinese Academy of Social Sciences mengatakan bahwa tahun ini pemerintahan Presiden AS Donald Trump memasukkan raksasa telekomunikasi China, Huawei dan beberapa perusahaan teknologi besar Cina lainnya ke dalam daftar hitam yang pada dasarnya mencegah mereka membeli dari pemasok Amerika, sehingga dalam kondisi saat ini perusahaan-perusahaan China berada di bawah tekanan untuk berinovasi bahkan lebih dari sebelumnya.

Dirinya juga mencatat bahwa arah investasi di pasar Cina kemungkinan akan mengalami perubahan, dan dinilai mampu mempercepat pengembangan teknologi negara tersebut.

Sejumlah analis dalam catatan sebelumnya mengatakan bahwa bagaimana tekanan dari perang dagang dengan AS dapat membantu Cina mempercepat pergeseran yang diperlukan dari kontrol negara saat ini, untuk menuju sistem yang lebih berorientasi kepada pasar dan efisien.

Seiring dengan masalah lingkungan dan pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan, Zhao menyebut risiko dari sistem keuangan sebagai perhatian utama bagi Cina.

Selain presiden Akademi Ilmu Fiskal Cina, sebuah lembaga penelitian di bawah Kementerian Keuangan, Liu Shangxi mengatakan bahwa kebijakan stimulus yang signifikan di tahun ini, yaitu pemangkasan pajak dan biaya akan berlanjut di tahun depan namun tidak melihat adanya perubahan besar dari dampak kebijakan tersebut.

Liu juga memperkirakan bahwa jika dibandingkan dengan pemangkasan pajak dan biaya sebesar 2 triliun Yuan yang dimulai pada April lalu, maka pada tahun depan kemungkinan hanya terjadi pemangkasan sebesar 500 milliar Yuan.(