Pemerintah Australia Akan Memperpanjang Kebijakan Subsidi Upah

Pemerintah Australia Akan Memperpanjang Kebijakan Subsidi Upah
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Seiring lonjakan jumlah kasus baru infeksi virus corona di Australia bagian tenggara yang mengancam laju ekonomi untuk menjauh dari resesi, maka pemerintah Australia berencana untuk membelanjakan dana sebesar A$16.8 milliar ($11.8 milliar) untuk memperpanjang kebijakan subsidi upah bagi tenaga kerja dari sektor bisnis yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Program yang akan diperpanjang selama enam bulan ini, setidaknya akan mengilangkan ketakutan terhadap berakhirnya skema pembiayaan senilai A$70 milliar untuk saat ini, yang semula dijadwalkan akan berakhir pada 30 September mendatang, yang mana akan memperpanjang resesi di Australia untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir.

Namun di bawah program baru yang rencananya akan berlangsung hingga 28 Maret 2021 mendatang dengan perkiraan mencakup 1 juta pekerja, tingkat subsidi akan dikurangi menyusul pemerintah konservatif di bawah pimpinan Perdana Menteri Scott Morrison berusaha menghilangkan ketergantungan ekonomi Australia dari dukungan fiskal.

Saat berbicara kepada wartawan pagi tadi, Perdana Menteri Morrison mengatakan bahwa pihaknya harus mengurangi dan menghilangkan dukungan ini karena sifatnya yang tidak tahan lama, tidak bisa permanen dan memang kebijak tersebut dirancang untuk tidak menjadi bersifat permanen.

Pada bulan Maret lalu Australia telah meluncurkan program dukungan terhadap ekonominya, dengan melakukan pembayaran untuk para pekerjanya dari sektor bisnis yang terkena dampak per dua minggu sekali sebesar A$1,500 ($1,049), yang mana skema ini mencakup seluruh pekerja termasuk para pekerja yang bekerja dalam shift.

Dengan kebijakan subsidi yang diperkecil maka penerima subsidi hanya akan menerima sebesar A$1,200 per dua minggu, sedangkan bagi mereka yang bekerja kurang dari 20 jam dalam sepekan akan menerima sebesar A$700 setiap dua minggu, dan mulai 1 Januari 2021 mendatang, maka pembayaran akan turun menjadi A$1,000 dan A$650 yang akan dibayarkan per dua pekan.

Program bantuan ini telah membantu 3,5 juta warga Australia dan secara lebih luas telah mampu menopang perekonomian yang menderita akibat kebijakan pembatasan sosial secara luas yang melumpuhkan sektor bisnis.

Namun demikian Morrison mengatakan bahwa perubahan diperlukan untuk memastikan dukungan yang cukup bagi perekonomian tanpa membayar lebih banyak pekerja lepas, dan mengatakan bahwa pihaknya akan memangkas tunjangan pengangguran yang mengalami peningkatan di bulan Maret, sebesar A$550 per dua minggu hingga 30 September.

Pada akhir bulan lalu Reserve Bank of Australia mengatakan bahwa ekonomi memerlukan dukungan yang cukup dalam beberapa waktu, meskipun ada gerakan dari negara bagian dan teritori untuk membuka kembali aktifitas ekonomi mereka.(

Gulir ke Atas