Pembicaraan Dagang AS-Cina Tidak Akan Mengubah Korelasi Dollar-Yuan

Pembicaraan Dagang AS-Cina Tidak Akan Mengubah Korelasi Dollar-Yuan

Sejumlah pakar pasar mata uang mengatakan bahwa perjanjian mata uang antara AS dan Cina yang hingga saat ini masih belum pasti memberikan tanda adanya kemajuan pembicaraan perdagangan pekan ini dan nampaknya hal ini tidak akan mengubah korelasi antara Dollar dengan Yuan yang terus menjadi hambatan dalam hubungan perdagangan antara kedua negara.

Bagaimanapun kesepakatan tersebut akan memberikan kesempatan kepada Departemen Keuangan AS untuk keluar dari apa yang disebut oleh para ahli pasar mata uang sebagai deklarasi yang salah arah pada bulan Agustus lalu, dimana Beijing dituduh sebagai manipulator mata uang menyusul langkah mereka untuk mengurangi nilai mata uang Yuan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang tidak adil dalam perdagangan internasional.

Pasar hanya sedikit mengetahui mengenai struktur kesepakatan mata uang yang menurut Kamar Dagang AS dan para perudning dari keduanya negara, tengah dikerjakan dalam pembicaraan perdagangan tingkat tinggi pertama sejak bulan Juli lalu, namun secara luas diharapkan hal tersebut dapat mencakup janji dari kedua belah pihak untuk menahan diri dari mendevaluasi mata uang mereka guna mendapatkan keuntungan perdagangan yang kompetitif.

Pada saat ini secara luas pihak Cina terlihat sengaja untuk menahan nilai mata uang mereka yang dikelola dalam skala besar, namun intervensi ini telah bergeser terutama untuk menopang nilai tukar Yuan setelah mengalami devaluasi yang tajam di 2015.  Hingga kini belum jelas apakah pakta dengan pihak Washington dapat mengubah perilaku Beijing.

Mantan pejabat Departemen Keuangan dan Dana Moneter Internasional yang saat ini menjadi ketua delegasi AS untuk Forum Moneter dan Lembaga Keuangan Resmi, Mark Sobel mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya tidak melihat apapun dalam kesepakatan mata uang yang akan menyebabkan perubahan signifikan dalam dinamika pasar mata uang Yuan terhadap Dollar saat ini.

Sementara Myron Briliant selaku kepala urusan internasional di Kamar Dagang AS, mengatakan bahwa kesepakatan mengenai mata uang kemungkinan akan disertai langkah AS untuk membatalkan kenaikan tarif yang direncanakan menjadi 30% dari 25% senilai $250 milliar terhadap produk impor Cina.

Para pejabat AS mengkonfirmasi bahwa kesepakatan mengenai nilai tukar mata uang kemungkinan akan dibahas dalam pembicaraan dagang antar kedua negara, akan tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah pengumuman mengenai hal tersebut akan dibuat di pekan ini.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, seorang negosiator utama dalam pembicaraan bersama dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, mengatakan pada awal Februari lalu, bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He sebagian besar telah sepakat untuk membahas permasalahan nilai tukar mata uang mereka.

Mnuchin telah lama mendorong rekan-rekan China-nya untuk meningkatkan transparansi dalam intervensi pasar Yuan oleh bank sentral China dan untuk mempertahankan nilai yuan yang stabil terhadap dollar.

Eswar Prasad, mantan kepala departemen IMF China dan sekarang menjadi profesor perdagangan di Universitas Cornell, mengatakan akan menjadi waktu yang tepat bagi kedua belah pihak untuk menyepakati perlunya mempertahankan nilai tukar dari kedua mata uang untuk tetap stabil, meskipun hal tersebut bertentangan dengan tuntutan lama dari AS kepada Cina untuk membiarkan mata uangnya berfluktuasi bebas.

Jika hal ini terjadi maka AS akan mendapatkan jaminan bahwa devaluasi mata uang Yuan tidak akan merusak kebijakan tarif mereka, sementara Cina akan mengurangi risiko arus modal keluar dari persepsi bahwa mereka tengah berusaha untuk melemahkan nilai mata uang Yuan.

Lebih lanjut Sobel menilai bahwa jika Cina menerbitkan data intervensi dan lebih transparan terhadap praktik mata uangnya, maka ini akan menjadi hal yang positif, meskipun dirinya mencatat bahwa Cina sudah menerbitkan data cadangan yang menunjukkan bahwa pihaknya belum melakukan intervensi untuk mencegah nilai tukar Yuan dari kenaikannya selama bertahun-tahun.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini