PBOC Memangkas Suku Bunga Reverse Repurchase Untuk Ketiga Kalinya

Bank sentral Cina secara tidak terduga telah memangkas suku bunga reverse repurchase agreements sebesar 20 basis poin pada pagi hari tadi, yang mana ini menjadi pemangkasan terbesarnya dalam lima tahun terakhir saat pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah untuk mengurangi tekanan pada ekonomi yang dirusak oleh pandemi.

Dalam pengumuman di situs resmi mereka, People’s Bank of China mengutarakan bahwa mereka telah menurunkan tingkat reverse repo menjadi 2.20% dari 2.40%, namun tidak memberikan alasan secara lebih mendetail.

Salah seorang penasihat bank sentral Cina, Ma Jun mengatakan kepada media pemerintah bahwa China masih memiliki ruang yang cukup untuk penyesuaian kebijakan moneter dan keputusan suku bunga ini telah mempertimbangkan kembalinya perusahaan-perusahaan China untuk bekerja, situasi virus global dan memburuknya lingkungan ekonomi eksternal.

Langkah ini menjadi pemangkasan untuk ketiga kalinya sejak November lalu dan ini dilakukan saat penyebaran virus telah melambat di Cina dari puncaknya di bulan Februari lalu.

Pembuat kebijakan global telah meluncurkan langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa minggu terakhir, termasuk memangkas suku bunga tajam dan menyuntikkan dana hingga triliunan Dollar guna membantu ekonomi mereka seiring banyaknya negara yang telah melakukan kebijakan lockdown untuk meredam pandemi.

Yan Se selaku kepala ekonom di Founder Securities di Beijing, mengatakan penurunan suku bunga adalah komitmen China untuk janji yang dibuat selama pertemuan Kelompok 20 negara ekonomi utama pada pekan lalu untuk memerangi virus corona dan menstabilkan pasar keuangan.

Beliau juga menyampaikan bahwa Cina merupakan satu-satunya negara ekonomi utama yang belum menerapkan langkah-langkah pelonggaran dalam skala besar, yang mana banyak negara lain telah menerapkan langkah-langkah yang lebih drastis seperti pelonggaran kuantitatif dan pemotongan lebih dalam untuk suku bunga acuan.

Sebelumnya bank sentral Cina telah menyuntikan dana sebesar 50 milliarYuan atau sekitar $7 milliar ke pasar uang melalui reverse repo 7 hari, sehingga mematahkan kekosongan perdagangan selama 29 hari tanpa adanya suntikan dana segar.

Pada pertemuan di Jumat lalu, para pemimpin partai Komunis di Cina mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan langkah-langkah kebijakan dan memperketat penegakan hukum dalam upaya untuk mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial selama setahun penuh.

Para analis memperkirakan bahwa ekonomi Cina akan mengalami kontraksi yang tajam di kuartal pertama ini karena adanya gangguan yang semakin luas terhadap sektor bisnis dan aktifitas konsumen yang disebabkan oleh pandemi virus.(