• 21 Januari 2020

Output Pabrik Inggris Mengalami Penurunan Di Bulan Desember

Output sektor pabrik di Inggris mengalami penurunan di bulan Desember dalam laju tercepatnya sejak 2012 akibat aktifitas ekonomi global yang mengurangi laju permintaan mereka serta sektor bisnis yang semakin mengurangi stok persediaan barang yang mereka bangun jika Brexit terlaksana tanpa adanya kesepakatan yang lebih jelas dengan Uni Eropa.

Data yang menjadi ukuran output dari IHS Markit/CIPS UK Manufacturing PMI dilaporkan turun menjadi 45.6 di bulan Desember dari 49.1 pada bulan November sebelumnya, yang merupakan level terendahnya sejak bulan Juli 2012.

PMI merupakan data utama yang mencerminkan gabungan ukuran output, pekerjaan dan tingkat pesanan, dilaporkan turun menjadi 47.5 dari 48.9, yang direvisi sedikit naik dari pembacaan awal di 47.4, sekaligus menandai level terendahnya dalam empat bulan terakhir.

Salah seorang ekonom di IHS Markit, Rob Dobson mengatakan bahwa dengan laju permintaan yang lemah serta tingkat kepercayaan diri yang tenang, maka pembelian input berkurang tajam dan lapangan kerja terputus dalam sembilan bulan berturut-turut.

Sebuah data resmi pada bulan Desember lalu menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi Inggris yang mengalami perlambatan ke 1.1% di tingkat tahunan pada periode kuartal ketiga tahun lalu, dan belum pernah tercatat berada di bawah level tersebut sejak 2010 serta data output industri tercatat turun 1.3% di tingkat tahunan.

Survei yang dilakukan dalam kurun waktu antara 5 hingga 18 Desember, menggarisbawahi hasil pemilihan pada 12 Desember lalu yang mana Perdana Menteri Boris Johnson secara tidak terduga memenangkan mayoritas suara, sehingga memberikan kebebasan untuk mengejar strategi Brexit yang dimilikinya.

Ketidakpastian Brexit menekan investasi bisnis di Inggris sepanjang 2019, dan ancaman Brexit tanpa kesepakatan membuat output bergejolak ketika perusahaan berulang kali membangun, kemudian mengurangi stok bahan baku seiring tenggat waktu potensial yang diperpanjang.

Saat ini Inggris nampaknya akan meninggalkan Uni Eropa pada akhir bulan Januari ini, dengankesepakatan transisi yang menghindari tarif baru hingga akhir 2020 mendatang, sehingga memberikan Johnson tenggat waktu yang lebih pendek untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan Uni Eropa.

Meskipun demikian, indeks pesanan baru survei PMI tetap di bawah ambang batas 50 untuk pertumbuhan selama delapan bulan berturut-turut dan mendekati level terendah dalam lebih dari tujuh tahun.

Selain itu IHS Markit juga mengatakan bahwa permintaan investasi masih lemah di bulan Desember, namun ada permintaan yang lebih kuat untuk barang-barang konsumsi di dalam negeri dan ekspor.

Lebih lanjut Dobson juga mengatakan bahwa atas dasar ini sepertinya manufaktur Inggris dan ekonomi yang lebih luas dapat memulai dekade mendatang saat ekonomi terlalu bergantung pada pengeluaran konsumen dan masih menunggu peningkatan berkelanjutan dalam tingkat investasi.(