• 16 Desember 2019

Output Industri Jepang Turun Di Laju Tercepatnya Pada Oktober Lalu

Output Industri Jepang Turun Di Laju Tercepatnya Pada Oktober Lalu

Output industri Jepang dilaporkan tergelincir di laju tercepatnya sejak awal tahun lalu pada bulan Oktober, sehingga semakin menggambarkan adanya celah yang semakin lebar di perekonomian Jepang yang tengah menghadapi penurunan permintaan domestik dan asing.

Kementerian Perdagangan Jepang melaporkan output pabrik turun 4.2% di bulan Oktober dari bulan sebelumnya, yang mana angka ini masih di bawah perkiraan rata-rata untuk penurunan 2.1% dan tercatat turun setelah kenaikan 1.7% di bulan sebelumnya.

Sektor produsen yang disruvei oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, memperkirakan output turun 1.5% di bulan November dan mencatat kenaikan 1.1% di bulan Desember mendatang. Tingkat produksi ditekan oleh penurunan data output produk mobil penumpang dan mesin mobil, serta general purpose dan mesin produksi. Penurunan produksi mobil telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan pajak penjualan pemerintah di bulan lalu, mempunyai dampak yang bekelanjutan terhadap laju permintaan terhadap mobil dan suku cadangnya.

Takeshi Minami selaku kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, mengatakan bahwa saat ini terdapat sejumlah petunjuk mengenai semakin besarnya kemungkinan adanya pertumbuhan negatif di kuartal terakhir tahun ini, akibat dari laju permintaan domestik yang lebih buruk yang ditimbulkan oleh pukulan terhadap laju permintaan dari kenaikan pajak penjualan.

Pembacaan yang lemah mengikuti data suram lainnya yang dirilis minggu ini yang mungkin akan memicu pepmerintah untuk secara lebih jauh menyusun paket stimulus besar guna menjaga laju pemulihan ekonomi Jepang tetap dalam kondisi yang stabil.

Pada hari Kamis sebelumnya, sebuah data resmi menunjukkan bahwa laju penjualan ritel anjlok di laju tercepatnya sejak awal 2015 silam pada bulan lalu, setelah dua kali penetapan kenaikan pajak sehingga semakin membuat permintaan domestik merasakan dampak negatifnya.

Selain itu bencana topan yang melanda wilayah Jepang Timur pada pertengahan bulan lalu, turun menjadi faktor utama bagi laju konsumsi domestik Jepang. Seorang pejabat pemerintah mengatakan output dipengaruhi secara negatif oleh penghentian sementara pabrik karena topan dan melambatnya produksi barang-barang besar setelah kenaikan pajak.

Salah seorang ekonom di Norinchukin Research Institute mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah peningkatan yang berkelanjutan terhadap produksi komponen elektronik, akan mendukung ekonomi secara lebih luas.

Akan tetapi aktifitas pabrik dan ekonomi yang lebih luas, kemungkinan masih akan tetap berada di bawah tekanan seiring kepercayaan produsen yang lemah, konsumsi ritel yang juga melemah serta tertundanya kenaikan pertumbuhan global sehingga memberikan pukulan kepada laju permintaan secara keseluruhan.

Keputusan untuk menerapkan kenaikan pajak penjualan dinilai sebagai hal penting guna memperbaiki hutang publik, namun dibawah kebijakan moneter yang akomodatif dari Bank of Japan saat ini, para anggota parlemen dapat meningkatkan dukungan untuk adanya peningkatan pengeluaran fiskal dengan pembiayaan yang sangat rendah.(