ONS : Penurunan Penjualan Ritel Inggris Terdistorsi Oleh Waktu

ONS : Penurunan Penjualan Ritel Inggris Terdistorsi Oleh Waktu
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Para pembeli di Inggris tetap enggan untuk meningkatkan belanja mereka selama bulan November lalu, sehingga laju penjualan ritel di periode tersebut tumbuh dalam laju tahunan paling lambat sejak April 2018 lalu, di tengah ketidakpastian mengenai Brexit dan menjelang pemilihan di bulan ini.

Office National for Statistic melaporkan angka penjualan ritel yang hasil data yang dikumpulkan sebelum event belanja Black Friday, namun lembaga tersebut mengatakan bahwa pihaknya yakin perlambatan pertumbuhan penjualan di tingkat tahunan menjadi 1.0% di bulan November lalu, dari 3.1% di bulan Oktober telah terdistorsi oleh waktu.

Sementara para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan laju perlambatan pertumbuhan yang lebih kecil di angka 2.1%. Tingkat pengeluaran dari para konsumen di Inggris, telah memberikan dukungan bagi ekonomi secara keseluruhan di sebagian besar periode waktu sejak referendum Brexit di 2016 silam.

Untuk penjualan ritel di tingkat bulanan turun 0.6% di bulan November dari sebelumnya, dan saat ini gagal menunjukkan laju pertumbuhan bulanan selama empat bulan berturut-turut, yang mencatat jangka waktu terpanjang setidaknya sejak tahun 1996 silam.

Rian Murphy selaku ahli statistik di Office National for Statistics, mengatakan bahwa semua sektor utama dari penjualan ritel mengalami penurunan penjualan, kecuali toko makanan.

Sementara ekonom UK di perusahaan konsultan Capital Economis, Thomas Pugh mengatakan bahwa secara nominal, data yang menunjukkan penurunan penjualan ritel di bulan lalu, lebih mengkhawatirkan. Namun beliau sedikit meragukan apakah metodologi dari ONS sepenuhnya mampu menangkap efek dari Black Friday yang hasilnya tidak dimasukkan dalam data penjualan ritel di bulan November lalu, seraya memperkirakan adanya kenaikan di bulan Desember.

Lebih lanjut Pugh mengatakan bahwa mengingat penurunan di bulan Oktober dan November lalu, nampaknya akan sangat sulit untuk memberikan cerminan pertumbuhan volume penjualan ritel secara keseluruhan di kuartal keempat tahun ini.

Akan tetapi angka penjualan ritel bulan November dari British Retail Consortium, yang juga tidak memasukkan hasil Black Friday, menunjukkan bahwa konsumen Inggris menghabiskan sekitar 4.4% lebih sedikit dibandingkan periode yang sama setahun lalu, meskipun BRC mengatakan bahwa secara mendasar tren masih lebih positif.

Kemenangan Perdana Menteri Boris Johnson di pemilihan umum kemarin, telah menghilangkan risiko Hard Brexit yang menganggu, sehingga menghilangkan sejumlah ketidakpastian yang menggantung terhadap ekonomi Inggris.

Namun demikian risiko tekanan terhadap perdagangan masih berpotensi timbul di akhir tahun 2020, saat PM Johnson menegaskan periode transisi pasca Brexit akan berakhir, terlepas dari apakah beliau mampu menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan pihak Uni Eropa atau tidak sebelum waktu itu datang.(

Gulir ke Atas