• 11 Desember 2019

Negosiasi Dagang AS-Cina Dihiasi Respon Tajam Dari Trump

Pembicaraan dagang antara para pejabat AS dan Cina untuk mencari cara mengakhiri Trade War yang berlangsung selama setahun, berakhir di hari ini dengan tanggapan singkat dari Kementerian Luar Negeri Cina kepada Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan untuk terus melanjutkan pembicaraan hingga tercapai kesepakatan.

Sebelumnya saat Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mendarat di Shanghai pada hari Selasa, Presiden Trump melalui cuitannya di Twitter mengatakan bahwa macetnya negosiasi disebabkan oleh pihak Beijing dan memperingatkan hal yang buruk akan terjadi jika Cina tidak mau mengikuti apa yang diinginkan oleh pihak Washington.

Trade War antara dua ekonomi terbesar di dunia telah mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar keuangan karena masing-masing pihak telah mengenakan tarif hingga senilai miliaran Dollar untuk masing-masing produk impor keduanya.

Pembicaraan yang berlangsung di Shanghai ini diharapkan akan mengacu kepada niat baik, seperti komitmen Cina untuk membeli komoditas pertanian AS serta langkah-langkah AS untuk meringankan sejumlah sanksi terhadap perusahaan raksasa pembuat peralatan telekomunikasi asal Cina, Huawei Technologies Co Ltd. Namun saat perundingan baru saja dimulai di hari Selasa kemarin,

Trump mengatakan di Twitter bahwa Cina nampaknya akan mundur dari janjinya untuk membeli produk pertanian AS dan Trump memperingatkan bahwa jika Cina menghentikan negosiasi, dengan harapan dirinya tidak akan memenangkan pemilihan umum di AS, maka hasilnya akan lebih buruk bagi sektor perdagangan Cina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, menanggapi pertanyaan tentang tweet itu, seraya mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui perkembangan terakhir selama pembicaraan, namun sangat jelas terlihat bahwa pihak Amerika Serikat yang terus menemui kegagalan dalam berkomitmen.

Sebelumnya Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping telah sepakat di pertemuan KTT G20 di Osaka Jepang, untuk memulai kembali pembicaraan negosiasi dagang antara kedua negara, setelah Washington sebelumnya menuduh pihak Beijing telah mengingkari sejumlah poin utama dari rancangan perjanjian.

Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times yang dikelola pemerintah China, menulis di Twitter bahwa para perunding memiliki pertukaran “efisien dan konstruktif”. Lebih lanjut Xijin menilai bahwa kedua belah pihak telah membahas peningkatan pembelian produk pertanian AS dan pihak AS telah sepakat untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan terkait upaya tersebut.(WD)