Mnuchin Berharap Adanya Pembicaraan Dagang Lebih Lanjut

Para pejabat AS dan Cina telah bebricara melalui telepon pada hari Kamis kemarin dalam upaya untuk mengakhiri trade war diantara keduanya yang telah berlangsung selama setahun terakhir. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer telah berbicara dengan pejabat Cina melalui telepon guna menyarankan adanya pembicaraan lanjutan secara langsung.

Amerika Serikat dan Cina telah terlibat dalam pertarungan tarif yang ketat sejak Juli 2018, ketika Washington menekan Beijing untuk mengatasi apa yang dinilai sebagai praktik-praktik pemasaran yang tidak adil dan ilegal selama berpuluh-puluh tahun.

Akan tetapi Cina telah membantah dan menyatakan bahwa kesepakatan apapun harus berjalan dengan adil dan merata, sehingga membuat kedua belah pihak namnpaknya masih jauh dari kata sepakat untuk mengakhiri guncangan yang berdampak kepada sektor perdagangan global, sekaligus untuk meningkatkan pasar keuangan yang turut menderita akibat trade war yang berkepanjangan ini.

Mnuchin menyampaikan kepada Reuters bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan panggilan di level prinsipal dan sejauh ini sangat masuk akal bagi AS untuk mengatur pertemuan secara langsung dan beliau akan mengantisipasi jalannya pertemuan tersebut.

Saat ditanya apakah pembicaraan melalui telepon tersebut dapat mengarah kepada pertemuan secara langsung, Mnuchin mengatakan bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi, namun dirinya tidak mau berspekulasi mengenai hal tersebut.

Secara terpisah mantan duta besar Cina untuk Islandia dan yang pernah menjabat sebagai presiden China Institute of International Studies, Su Ge mengatakan bahwa dirinya mengharapkan adanya diskusi yang lebih formal di bulan ini.

Sementara itu William Lee selaku kepala ekonom untuk Milke Institute mengatakan bahwa saat ini ketegangan antara kedua negara semakin memanas di sektor perdagangannya, yang mana baik Cina maupun AS nampaknya tidak siap untuk mengalah terhadap sejumlah isu-isu yang kritis.

Lebih lanjut Lee mengatakan bahwa ketidakpastian perdagangan tingkat tinggi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan manufaktur enggan melakukan investasi dan ketidakpastian ini menjadi hambatan bagi pertumbuhan di AS, seiring permasalahan utama sebenaranya adalah bahwa Cina menginginkan adanya rasa hormat dari pihak Washington terkait kesepakatan perdagangan tersebut nantinya.

Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali ancamannya untuk menaikkan tarif lebih lanjut bagi barang-barang impor Cina hingga senilai $325 milliar. Sebuah data dari pemerintah AS menunjukkan bahwa pada pekan lalu Cina melakukan pembelian produk Shorgum AS dalam jumlah terbesarnya sejak bulan April, yang mana produk ini menjadi korban pertama dari trade war antar dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut sehingga memperlambat ekspor kedelai dan babi ke Cina.

Ketika ditanya mengenai peran Huawei Technologies Co Ltd yang telah dimasukkan kedalam daftar hitam oleh pemerintah AS, Mnuchin mengatakan bahwa pemerintah AS saat ini telah mengizinkan penjualan dari perusahaan AS kepada perusahaan peralatan telekomunikasi Cina tersebut, yang mana ini merupakan masalah independensi dari pembicaraan perdagangan.(WD)

Ardian Karen

Read Previous

IEA Tidak Memperkirakan ‘Kenaikan Besar’ Dalam Harga Minyak

Read Next

Fed Boston : Sedikit Indikasi Untuk Penurunan Suku Bunga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *