Minyak Turun Meskipun EIA Melaporkan Penurunan Stok Minyak AS

Minyak Turun Meskipun EIA Melaporkan Penurunan Stok Minyak AS
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Meskipun persediaan minyak mentah AS dilaporkan mengalami penurunan namun laju penurunannya masih kurang dari yang diharapkan sehingga membuat harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, yang juga akibat dari tekanan yang datang menyusul peringatan dari negara produsen utama mengenai risiko dibutuhkannya pemulihan lebih lanjut jika pandemi Covid-19 masih terjadi.

Lembaga Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah AS turun selama empat pekan berturut-turut, bahkan penurunan ini tetap terjadi disaat impor bersih dilaporkan mengalami kenaikan, selain itu dilaporkan bahwa permintaan terhadap bahan bakar turun sebesar 14% dari periode yang sama di tahun sebelumnya selama empat pekan terakhir.

Namun penurunan yang dilaporkan sebesar 1.6 juta barrel selama sepekan hingga 14 Agustus masih kurang dari perkiraan penurunan 2.7 juta barrel dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters.

Pada kesempatan berbicara di pertemuan virtual dari negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa permintaan minyak global harus pulih ke tingkat sebelum terjadinya pandemi segera setelah kuartal keempat mendatang, sembari mendesak negara mitranya di OPEC+ untuk mematuhi kesepakatan untuk menjalankan kebijakan pemangkasan produksi.

Terkait akan hal tersebut, Avtar Sandu selaku manajer senior komoditas di Philip Futures mengatakan bahwa hasil positif dari pertemuan OPEC+ adalah langkah counter balance terhadap laporan EIA bahwa persediaan minyak mentah AS di pekan lalu yang turun namun kurang dari konsensus para analis.

Namun, draf pernyataan OPEC+, yang dilihat oleh Reuters, mengatakan bahwa gelombang pandemi kedua yang diperpanjang telah menimbulkan risiko besar bagi pemulihan pasar minyak.

Kelompok OPEC+ mendesak anggota seperti Nigeria dan Irak untuk berbuat lebih banyak untuk memenuhi komitmen kuota mereka setelah melebihi batas antara Mei dan Juli, sementara OPEC dalam beberapa dekade terakhir telah menghasilkan lebih dari 30 juta barrel per hari, namun setelah kebijakan pemangkasan di tahun, laju produksi minyak OPEC telah turun menjadi 20 juta hingga 22 juta barrel per hari.

Hasil risalah dari pertemuan Federal Reserve yang dirilis pada dinihari tadi menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan merasa khawatir bahwa laju pemulihan ekonomi AS setalah mengalami penurunan akibat pandemi virus corona, telah menghadapi laju yang sangat tidak pasti sehingga kemungkinan akan membawa dampak terhadap laju permintaan minyak mentah global.(

Gulir ke Atas