Minyak Naik Tipis Namun Masih Di Kisaran Rendah

Minyak Naik Tipis Namun Masih Di Kisaran Rendah
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Minyak mentah berjangka mencatat kenaikan tipis di sesi perdagangan hari ini, yang meskipun naik namun masih berada di jalur penurunan moderatnya sehingga memperpanjang kerugian dari sesi perdagangan hari sebelumnya.

Hal ini diakibatkan oleh laporan mengenai stok minyak mentah AS yang tumbuh lebih dari yang diharapkan, sehingga menambah kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan meskipun stok bensin dilaporkan mengalami penurunan.

Minyak mentah jenis Brent Crude turun sebesar 2 sen, sementara jenis West Texas Intermediate mencatat penurunan hingga sebesar 0.1% ke kisaran $40 per barrel.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik jauh lebih besar dari yang diperkirakan, sebanyak 1.7 juta barrel di pekan lalu, yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan sebanyak 300 ribu barrel.

Akan tetapi data tersebut menunjukkan bahwa persediaan bensin dan minyak distilasi AS mencatat penurunan, sehingga sedikit mendukung optimisme mengenai peningkatan konsumsi bahan bakar seiring sejumlah negara yang memberlakukan pelonggaran kebijakan lockdown.

Tingkat konsumsi minyak mentah global telah mulai pulih di saat ekonomi sudah mulai dibuka kembali dari kebijakan lockdown, sementara organisasi OPEC dan negara produsen minyak sekutu mereka telah memangkas laju produksi dan para produsen shale oil AS telah menutup aktifitas sumur pengeboran.

Akan tetapi Kepala Analis di Fujitomo Co, Kazuhiko Saito menilai bahwa pasar komoditas minyak tetap merasa khawatir terhadap peningkatan jumlah kasus infeksi virus corona di AS dan di sejumlah negara di dunia.

Sedangkan berita lain menyebutkan bahwa China sebagai negara importir minyak mentah utama dunia, diperkirakan akan memperlambat laju impor minyak mentah mereka di periode kuartal ketiga mendatang setelah sebelumnya mencatat laju pembelian dalam beberapa bulan terakhir, yang mana ini diakibatkan oleh harga minyak yang lebih tinggi sehingga mengurangi laju permintaan global.(

Gulir ke Atas