Minyak Naik Namun Sedikit Tertahan Menjelang NFP

Harga minyak kembali naik sekitar 2% di sesi pedagangan waktu Eropa pada hari ini, setelah mencatat penurunan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir akibat ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif yang lebih besar terhadap impor Cina.

Ancaman pemberlakuan tarif ini akan mulai berlaku pada 1 September mendatang, yang akan semakin mengintensifkan trade war antara dua negara ekonomi terbesar dunia sekaligus dua konsumen minyak mentah terbesar di dunia, yang telah mengganggu mata rantai pasokan minyak global dan sekaligus menimbulkan guncangan di pasar keuangan.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 1.54% hingga memasuki sesi pertengahan perdagangan waktu Eropa sore hari ini.

Harry Tchilinguirian, ahli strategi minyak global di BNP Paribas di London, mengatakan kepada Reuters Global Oil Forum, bahwa jika mengingat adanya perubahan terbaru dalam hubungan perdagangan antara AS dengan Cina, maka kenaikan ini kemungkinan akan terpengaruh kepada bagaimana Beijing memilih langkah untuk menanggapi ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump, dan kenaikan harga minyak saat ini kemungkinan hanya aksi technical rebound dari penutupan di sesi perdagangan hari kemarin di area oversold.

Trump mengatakan pada hari Kamis ia akan mengenakan tarif 10% pada $ 300 miliar impor Cina dan dapat menaikkan tarif lebih lanjut jika Presiden Cina Xi Jinping gagal bergerak lebih cepat untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Namun Cina mengeluarkan peringatan bahwa negara tersebut tidak akan menerima begitu saja segala bentuk intimidasi dan berjanji akan melakukan tindakan balasan jika tarif tambahan tersebut diberlakukan.

Namun menjelang dibukanya sesi perdagangan waktu AS, nampaknya laju kenaikan komoditas minyak akan sedikit tertahan seiring para pelaku pasar dan investor memilih untuk wait & see sembari menunggu hasil data ekonomi dari sektor tenaga kerja AS, Non-Farm Payroll yang tentunya akan memberikan petunjuk lebih pasti mengenai bagaimana kontribusi pasar tenaga kerja AS dalam mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi di negara tersebut, pasca pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini