Minyak Naik Namun Berpotensi Tetap Mendapat Tekanan

Harga minyak mentah global kembali mencatat kenaikan dalam empat hari beruntun, seiring optimisme di pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve di pekan ini, yang mana hal ini memberikan dukungan bagi laju konsumsi bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Hingga saat ini minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan hingga sebesar 0.30%, namun masih mencatat penurunan bulanan sekitar 1.8%.

Ahli strategi minyak global di BNP Paribas di London Harry Tchilinguirian mengatakan kepada Reuters Global Oil Forum, bahwa pasar telah berekspektasi mengenai adanya pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin dan pandangan pasar saat ini terhadap komentar The Fed pasca pertemuan terakhir adalah cenderung mengarah ke sisi konservatif dan bukan akomodatif sehingga memungkinkan pergerakan US Dollar akan tetap kuat dan akan terus memberikan tekanan terhadap harga komoditas berdenominasi Dollar tersebut.

Sementara itu para negosiator dari AS dan Cina akan melakukan pertemuan di pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan negosiasi dagang mereka, sejak melakukan “gencatan senjata” pada perhelatan KTT G20 di bulan lalu. Hasil positif dari pertemuan tersebut tentunya akan memberikan imbas terhadap prospek permintaan minyak dari kedua negara, yang pastinya akan mempengaruhi laju permintaan global.

Saat ini timbul risiko terhadap ppasokan minyak global yang menjadi sorotan utama dari pasar komoditas minyak dunia, seiring ketegangan yang semakin tinggi di kawasan Selat Hormuz, dimana seperlima dari total pengiriman minyak dunia melewati jalur tersebut.

Ketegangan yang meningkat antara Iran dan negara-negara Barat nampaknya akan semakin meningkat setelah pasukan komandi Iran menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris di kawasan teluk pada bulan ini, sebagai pembalasan atas penangkapan sebuah kapal tanker Iran oleh pasukan Inggris di dekat Selat Gibraltar.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini