Minyak Mentah Menguat Di Tengah Tingginya Ketegangan Timur Tengah

Minyak Mentah Menguat Di Tengah Tingginya Ketegangan Timur Tengah

Harga minyak mentah berjangka mencatat kenaikan lebih dari 1% di sesi perdagangan awal pekan ini, di tengah keraguan terhadap seberapa cepat Arab Saudi dapat mengembalikan secara penurh kapasitas produksi minyaknya pasca serangan terhadap fasilitas pemrosesan minyak terbesarnya seiring masih tingginya ketegangan di Timur Tengah.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 1.07%, hingga saat memasuki sesi perdagangan waktu Eropa siang hari ini. Meskipun Arab Saudi selaku negara pengekspor minyak utama, berupaya untuk meyakinkan pasar bahwa pihaknya dapat melanjutkan produksi minyaknya secara penuh pasca terjadinya serangan oleh pesawat tanpa awak di pertengahan bulan ini, namun para pembeli dan pedagang telah bersikap skeptis.

Virendra Chauhan, seorang analis Aspek Energi di Singapura, mengatakan bahwa optimisme dari komunitas fund manager telah memudar akibat serangan pada pekan lalu, dengan asumsi bahwa pasokan akan kembali dengan cepat, namun kenyataannya sangat berbeda dari perkiraan.

Tingkat ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berada di level tingginya, setelah pihak Pentagon telah memerintahkan untuk memmobilisasi pasukan tambahan AS untuk dikerahkan ke wilayah Teluk, guna memperkuat pertahanan udara dan rudal Arab Saudi.

Sementara itu Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa pengerahan pasukan tambahan ini sebagai upaya untuk pencegahan dan pertahanan dan pihak Washington mempunyai tujuan untuk menghindari perang dengan Iran.

Salah seorang ekonomi di Moody’s Analytics dalam sebuah catatannya, menambahkan bahwa meskipun perang dengan Iran dapat dihindari, akan tetapi masih ada pertanyaan serius mengenai keamanan pasokan minyak Arab Saudi. Beliau juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan bergantung pada teknologi militer dari AS serta keahlian untuk mencegah adanya gangguan di masa depan, namun demikian masih ada batasan terhadap seberapa banyak bantuan yang bisa diberikan oleh AS.

Di lain pihak dampak badai tropis Imelda di AS terhadap kilang minyak di kawasan Texas telah sedikit mereda. Hal ini terlihat dari Exxon Mobil Corp dan Valero Energy Corp yang telah memulai kembali aktifitas di unit pemrosesan minyak mentah mereka selama akhir pekan kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini