• 16 Desember 2019

Minyak Menguat Namun Masih Terbatas Seiring Data Manufaktur Cina

Minyak Menguat Namun Masih Terbatas Seiring Data Manufaktur Cina

Harga minyak kembali mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini seiring para investor yang mengurangi pertaruhan mereka terhadap stimulus ekonomi Cina pasca data PMI manufaktur negara tersebut yang lebih lemah dari perkiraan.

Hal ini membantu minyak untuk mencoba pulih dari sebagian kerugian yang diderita pada sesi perdagangan sebelumnya akibat kejutan yang terjadi terhadap saham minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate hingga saat ini mencatat kenaikan hingga 0.42% hingga sempat menyentuh kisaran $55.25 per barrel, setelah membukukan penutupan 0.9% lebih rendah di sesi sebelumnya.

Menyusutnya aktifitas pabrik di Cina dalam enam bulan beruntun di buulan Oktober, setidaknya menjadi salah satu faktor penggerak harga minyak yang signifikan.

Seperti yang disampaikan oleh Jeffrey Halley selaku analis pasar senior di OANDA, yang mengatakan bahwa pergerakan kenaikan harga minyak mendapatkan dorongan oleh ekspektasi bahwa akan lebih banyak stimulus Cina yang akan digelontrorkan oleh pemerintah Cina.

Lebih lanjut Halley mengatakan bahwa saat ini pasar lebih merespon untuk menjual komoditas dan energi, namun bank-bank sentral di dunia secara global memiliki alasan untuk memicu terjadinya pelonggaran kebijakan moneter, termasuk juga Cina.

Pemotongan suku bunga seringkali bisa menjadi bullish untuk harga minyak karena ekonomi yang lebih kuat biasanya menyiratkan permintaan yang lebih tinggi untuk minyak mentah. Akan tetapi harga kemungkinan bergerak dalam kisaran range yang sempit sampai persediaan mulai menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.

Sebelumnya lembaga asal AS, Energy Information Administration pada hari Rabu kemarin telah melaporkan bahwa persediaan minyak mentah naik sebanyak 5.7 juta barrel di pekan yang berakhir 25 oktober lalu, yang mana data ini jauh lebih besar dari ekspektasi analis yang menyuarakn kenaikan sebanyak 494 ribu barrel.

Sedangkan kelompok industri minyak AS, American Petroleum Institute sehari sebelumnya telah melaporkan penurunan persediaan minyak mentah sebanyak 708 ribu barrel, yang meningkatkan harapan bahwa angka resmi juga akan menunjukkan penurunan.

Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing Oklahoma, menunjukkan kenaikan dalam empat pekan berturut-turut, sehingga mencatat kenaikan 1.6 juta barrel di pekan lalu. Akan tetapi persediaan bensin dan minyak distilasi telah memperpanjang penurunan mereka, bahkan di saat aktifitas kilang minyak meningkatkan laju produksinya.(