• 3 April 2020

Minyak Melonjak Tajam Setelah Terjadi Serangan Ke Baghdad

Harga minyak mentah mengalami lonjakan tajam di sesi perdagangan waktu Asia pagi hari ini, menyusul adanya laporan bahwa seorang jendral militer Iran terbunuh dalam sebuah serangan udara di Baghdad.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan tajam hingga 3.11%, dan menyentuh harga tertingginya di $63.81 per barrel.

Televisi Irak serta pejabat terkait lainnya melaporkan bahwa Jendral Qassim Soleimani, yang memimpin unit pasukan elit khusus Iran Revolutionary Guards, dikabarkan tewas bersama dengan Abu Mahdi al-Muhandis yang menjabat sebagai wakil komandan milisi yang didukung Iran, atau yang lebih dikenal dengan Popular Mobilization Forces.

Seorang politisi senior Irak dan seorang pejabat keamanan tingkat tinggi mengkonfirmasi kepada Associated Press bahwa Soleimani dan al-Muhandis termasuk di antara mereka yang terbunuh dalam serangan itu.

Serangan itu terjadi di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat setelah serangan Malam Tahun Baru oleh milisi yang didukung Iran di Kedutaan Besar AS di Baghdad. Insiden serangan terhadap kedutaan AS tersebut telah mendorong Presiden Donald Trump untuk memerintahkan pengerahan 750 tentara AS ke wilayah Timur Tengah.

Kepala strategi komoditas global di RBC Markets, Helima Croft mengatakan kepada CNBC melalui email, bahwa hal ini membawa kawasan Timur Tengah, khususnya Iran ke dalam kancah perang yang akan semakin meningkatkan tensi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Sebelumnya, dalam sebuah catatan sebelum laporan serangan, Croft telah menulis bahwa Irak adalah potensi tripwire untuk bentrokan langsung antara Washington dan Teheran pada tahun 2020. Croft juga menulis bahwa masalah mendasar yang menghasilkan konfrontasi dengan kekerasan antara pasukan AS dengan kelompok milisi yang mendapat dukungan dari pemerintah Iran, namun nampaknya permasalahan ini belum dapat terselesaikan.(