Merkel : Jerman Terbuka Untuk Investasi Cina

Merkel : Jerman Terbuka Untuk Investasi Cina

Dalam kesempatan lawatan resminya ke Cina, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa permasalahan perdagangan antara AS dengan Cina telah membawa pengaruh secara global dan dirinya berharap bahwa masalah tersebut akan segera teratasi.

Merkel membuat pernyataan tersebut di saat berlangsungnya pembicaraan resminya dengan Perdana Menteri Li Keqiang yanb bertempat di Beijing’s Great Hall of the People di kesempatan kunjungan dua harinya di Cina. Lebih lanjut Merkel mengatakan bahwa dirinya berharap akan ada solusi dalam sengketa perdagangan dengan AS, karena hal tersebut telah memberikan pengaruh yang besar terhadap ekonomi global.

Ekses Trade War yang telah berlangsung selama setahun terakhir, ekonomi Jerman mengalami depresiasi ekses lintasan ekspornya yang lebih lemah di kuartal kedua lalu, dan sejumlah ahli ekonomi mengatakan bahwa negara tersebut tengah menghadapi resesi seiring perusahaan-perusahaan Jerman telah terperangkap dalam sengketa dagang AS-Cina yang semakin berlarut-larut.

satu sisi Presiden AS Donald Trump telah menekan perusahaan-perusahaan AS untuk mencari cara guna menutup operasi mereka di Cina dan membuat lebih banyak produknya di wilayah AS, di sisi lain Angle Merkel justru ingin memulai fase baru dalam hubungan antara Uni Eropa dengan Cina.

Untuk itu Merkel telah mendorong kesepakatan investasi Eropa dengan pihak Beijing, di saat Washington menggunakan gelombang kebijakan bea cukai untuk melawan apa yang disebut sebagai praktik perdagangan tidak adil dari Cina.

Selama paruh pertama tahun ini, Jerman telah memperdagangkan hampir senilai 100 milliar Mata uang tunggal Eropa ($111 milliar) dalam bentuk barang dengan pihak Cina. Angle Merkel yang memegang jabatan presiden bergilir untuk Uni Eropa untuk tahun 2020 mendatang, telah merencanakan diadakannya KTT Uni Eropa-Tiongkok yang bertujuan untuk mencapai sikap Eropa terhadap negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Adapun KTT tersebut dimaksudkan untuk melawan apa yang dinilai oleh Berlin sebagai pendekatan pemisahan dan aturan Cina untuk menjalin hubungan dengan blok Eropa, menyusul pihak Beijing yang tengah mempromosikan proyek-proyek infrastruktur global dibawah inisiatif pengembangan program One Belt & Road, yang menjadikannya negara berpengaruh di kawasan Uni Eropa bagian Timur, seperti Hungaria dan Yunani.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan, bahwa Jerman terbuka untuk investasi Cina dan dia menyambut semua perusahaan China untuk berinvestasi di negara itu. Akan tetapi beliau menambahkan bahwa Jerman akan memeriksa investasi di sektor strategis tertentu dan infrastruktur yang bersifat kritis.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here