Menteri Perdagangan Jepang Yang Baru Tengah Berupaya Merampungkan RCEP

Menteri Perdagangan Jepang Yang Baru Tengah Berupaya Merampungkan RCEP

Pasca pengunduran pendahulunya akibat skandal hadiah, Hiroshi Kajiyama yang ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan Jepang yang baru, mengatakan bahwa negara tersebut siap mengambil peran kepemimpinan dalam menyelesaikan kesepakatan perdagangan bebas Asia di akhir tahun ini.

Untuk itu beliau menilai bahwa dengan menyelesaikan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang terdiri dari 16 negara termasuk Jepang, Cina dan negara-negara anggota ASEAN, merupakan upaya pendorong penting bagi momentum perdagangan bebas Asia di tengah langkah AS yang mengadopsi lebih banyak kebijakan perdagangan proteksionismenya.

Kajiyama mengemukakan bahwa negosiasi yang dilakukan untuk RCEP yang mencakup sepertiga ekonomi global, sudah berada dalam tahap akhir dan pertemuan setingkat menteri mengenai kesepakatan perdagangan rencananya akan diadakan di Thailand pada akhir pekan ini.

Lebih lanjut Kajiyama menambahkan bahwa inti dari diskusi ini telah dipersempit, dan dirinya beserta Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang akan melakukan segala daya upaya untuk mencapai kesepakatan di akhir tahun ini.

Negosiasi mengenai RCEP dimulai sejak tahun 2013 silam dan negara anggotanya telah menangani sebanyak 18 bidang. Terkait pengetatan ekspor ke Korea Selatan yang dimulai pada Juli lalu,

Kajiyama mengatakan bahwa sebagian besar prosedur inspeksi tidak akan terpengaruh, meskipun pihaknya membutuhkan waktu. Tokyo telah memberlakukan skrining yang telah ditingkatkan terhadap pengiriman tiga produk bahan kimia utama sejak musim panas.

Saat ini Jepang memang memiliki posisi di pasar yang dominan dalam produksi bahan kimia, yang menjadi bahan baku penting untuk produksi semikonduktor. Permasalahan ini dengan cepat mengalami peningkatan hingga menjadi sumber perselisihan besar dalam memburuknya hubungan antara Tokyo-Seoul, karena ekonomi Korea Selatan sangat bergantung terhadap industri semikonduktor.

Sebuah laporan perdagangan di bulan Agustus dari Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan bahwa tidak ada ekspor salah satu dari tiga bahan kimia, hidrogen fluorida dari Jepang ke Korea Selatan. Akan tetapi Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri membantah laporan tersebut, seraya mengatakan bahwa telah memberikan konfirmasi bahwa produk bahan kimia tersebut telah dikirim ke Korea Selatan selama periode tersebut.

Dalam hal ini Kajiyama menyebutkan bahwa kontrol yang ditingkatkan berfungsi sebagai pengingat bagi eksportir bahwa prosedur ini bukan formalitas belaka. Perdana Menteri Shinzo Abe memilih Kajiyama dengan penilaian yang lebih condong kepada upaya stabilitas, dengan mempertimbangkan pengalaman Kajiyama yang pernah menjabat di sebuah kabinet.

Karir politik Kajiyama dimulai saat dirinya mewakili sebuah distrik utara di Prefektur Ibaraki dan pertama kali memenangkan kursi di Majelis Rendah pada tahun 2000. Sebelumnya beliau pernah bekerja di Power Reactor and Nuclear Fuel Development Corp, yang merupakan perusahaan pendahulu dari Japan Atomic Energy Agency selama enam tahun.(

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini