Masih Tersisa Sejumlah Poin Kritis Pasca Perjanjian Fase Pertama AS-Cina

Masih Tersisa Sejumlah Poin Kritis Pasca Perjanjian Fase Pertama AS-Cina
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Setelah mengumumkan kemajuan pada perjanjian perdagangan pada Jumat lalu, pihak AS dan Cina nampaknya masih mempertanyakan sejumlah poin kritis dari kesepakatan tersebut, termasuk mengenai pembelian produk pertanian.

Permasalahan perdagangan bilateral menjadi bagian penting dari perselisihan antara dua negara ekonomi terbesar dunia, terutama setelah kedua negara memutuskan untuk membagi poin negosiasi dalam beberapa fase. Pada Jumat lalu kedua negara telah mengadakan konferensi pers terpisah guna mengumumkan bahwa mereka telah mencapai apa yang disebut sebagai perjanjian fase pertama.

Dalam pernyataannya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pihak Beijing akan membeli produk pertanian AS senilai $50 milliar, selain itu secara khusus Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer mengatakan bahwa setidaknya Cina akan membeli sekitar $16 milliar lebih banyak produk pertanian dalam setiap dua tahun kedepannya.

Ting Lu selaku kepala ekonom Cina di Nomura dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa skala pembelian tersebut tampaknya tidak masuk akal dan para pejabat Cina sepertinya enggan untuk menyebutkan target secara spesifik selama konferensi pers mereka. Pada hari Minggu kemarin, pihak Washington telah menangguhkan kenakan tarif terhadap produk-produk Cina dan pihak Beijing memutuskan untuk tidak melanjutkan kebijakan tarif balasan yang direncanakan.

Selain itu Cina juga telah meningkatkan pembelian terhadap produk kedelai dari AS di tahun ini, meskipun Dewan Ekspor Kedelai AS menilai secara keseluruhan bahwa hal tersebut diperkirakan akan menurunkan permintaan Cina terhadap produk tersebut. Akan tetapi hingga kini masih belum ada kejelasan mengenai bagaimana dan kapan AS akan menurunkan kebijakan tarif lainnya, yang menjadi suatu kondisi untuk kesepakatan fase pertama yang telah dipegang teguh oleh Beijing.

Kedua belah pihak juga masih perlu menandatangani teks perjanjian, yang menurut pejabat Cina membutuhkan tinjauan hukum lebih lanjut. Lebih lanjut Lightizer mengatakan bahwa kedua pihak berharap akan menandatangani kesepakatan di Washington pada awal Januari dan tidak akan ada tarif baru selama pihak Cina melakukan negosiasi dengan itikad yang baik.

Dalam hal ini Scott Kennedy selaku penasehat senior serta ketua wali amanat untuk bisnis dan ekonomi Cina di Center for Strategic and International Studies, mengatakan bahwa dengan hanya konsesi yang terbatas, Cina telah mampu mempertahankan sistem mercantilist economic mereka dan melanjutkan kebijakan industri yang diskriminatif dengan mengorbankan mitra dagang mereka dan ekonomi global.

Disebutkan bahwa Presiden Trump dinilai telah mampu membalikkan arah serta memperbarui kebijakan tarifnya, namun pihak Beijing telah mendatangkan kemungkinan kelonggaran dari ketidakpastian setidaknya selama beberapa bulan kedepan.(

Gulir ke Atas