• 10 Desember 2019

Manufacturing PMI Cina Di Bulan Oktober Berada Di Level Terendah

Manufacturing PMI Cina Di Bulan Oktober Berada Di Level Terendah

Dampak trade war yang berkepanjangan antara AS-Cina membuat sektor manufaktur di Negeri Tirai Bambu tersebut semakin lesu di bulan Oktober, seiring sentimen sektor pabrik yang tetap berada di wilayah negatifnya dalam enam bulan berturut-turut.

National Bureau of Statistics (NBS) merilis indeks manufaktur PMI di angka 49.3 di bulan Oktober, turun dari 49.8 pada bulan September sebelumnya. Angka ini bahkan masih dibawah ekspektasi analis dalam survei yang dilakukan oleh Bloomberg yang memperkirakan laju aktifitas manufaktur tidak berubah dari bulan sebelumnya. S

ementara itu untuk data PMI di sektor non-manufaktur, yang dipakai sebagai ukuran sentimen di sektor jasa dan konstruksi, dirilis di angka 52.8 pada bulan Oktober, yang mana angka ini masih dibawah ekspektasi analis yang memperkirakan di 53.6.

Pencapaian ini juga masih lebih rendah dari 53.7 pada bulan September dan sekaligus mencatat angka terendahnya sejak Februari 2016. Sedangkan untuk PMI Komposit yang merupakan gabungan dari manufaktur dan non-manufaktur, berada di angka 52 di bulan Oktober atau turun dari 53.1 pada September sebelumnya.

Dalam survei tersebut, produsen diminta untuk memberikan pandangan tentang masalah bisnis seperti pesanan ekspor, pembelian, produksi dan logistik. Penurunan aktifitas manufaktur ini dipimpin oleh penurunan pesanan baru yang jatuh hingga ke level terendahnya sejak bulan Juni lalu, seiring pesanan ekspor yang juga mengalami penurunan ke level terendahnya sejak bulan Juli lalu.

Meskipun secara keseluruhan produksi terus mencerminkan perkembangan di bulan Oktober, namun pertumbuhannya berada dalam laju paling lambatnya sejak Februari lalu.

Julian Evans-Pritchard selaku ekonom senior China di Capital Economics, mengatakan bahwa data PMI resmi menunjukkan penurunan lebih dari yang diperkirakan di bulan Oktober, sehingga semakin memperkuat pandangan analis bahwa perbaikan di kuartal ketiga belum memberikan tanda awal dari laju pemulihan yang berkelanjutan. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan tajam di komponen output ditambah pesanan baru yang melemah.

Selebihnya penurunan pesanan ekspor baru memberikan petunjuk adanya perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekspor serta indeks harga output yang menjadi acuan erat bagi laju inflasi harga produsen dan pertumbuhan laba industri yang juga mengalami penurunan kembali.

Perlambatan ekonomi Cina yang semakin meluas telah menimbulkan beban bagi sektor konstruksi dan jasa di bulan ini, sehingga menekan PMI non-manufaktur Cina. Penurunan dalam pembacaan PMI manufaktur resmi Oktober, memaparkan indikasi dari sentimen yang lemah di antara produsen bahkan saat negosiator perdagangan dari Cina dan Amerika Serikat telah menyetujui garis besar kesepakatan perdagangan dalam skala kecil.

China Federation of Logistics and Purchasing yang ikut melakukan survei dengan NBS, mengatakan bahwa untuk sementara ini laju pertumbuhan mengalami perlambatan, akan tetap kualitas pembangunan menunjukkan peningkatan, dan hal ini tertuang dalam pernyataan mereka yang menyebutkan bahwa struktur ekonomi Cina tengah dioptimalkan seiring industri, yang mengkonsumsi energi dalam jumlah yang tinggi, secara bertahap tengah mengalami degradasi sehingga memiliki dampak yang besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Cina secara keseluruhan.

Lebih jauh Evans Pritchard mengatakan bahwa pihaknya memiliki penilaian yang lebih mengenai bagaimana ekonomi Cina mampu bertahan di awal kuartal keempat ini, saat PMI manufaktur versi Caixin, yang secara historis menjadi panduan yang lebih dapat diandalkan untuk melihat fluktuasi siklus pertumbuhannya. Namun demikian beliau memperkirakan bahwa data PMI versi Caixin kemungkinan juga akan menunjukkan kemunduran, mengingat kurangnya bukti yang lebih luas mengenai perubahan haluan baru-baru ini.(