• 15 Desember 2019

Laporan Stabilitas Keungan ECB: Ada Risiko Dari Stimulus Pelonggaran Moneter

Laporan Stabilitas Keungan ECB: Ada Risiko Dari Stimulus Pelonggaran Moneter

Bank Sentral Eropa memperingatkan efek samping potensial dari kebijakan moneternya yang longgar. ECB menjelaskan bagaimana stimulus bertahun-tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya dirancang untuk meningkatkan perekonomian berkontribusi terhadap erosi stabilitas keuangan.

Suku bunga rendah telah mendorong pengambilan risiko yang berlebihan oleh dana investasi dan perusahaan asuransi serta di beberapa pasar real estat, kata ECB dalam Tinjauan Stabilitas Keuangan semi-tahunan yang dirilis Rabu. Tanda-tanda kesalahan penilaian aset menunjukkan potensi koreksi di masa depan.

“Sementara lingkungan suku bunga rendah mendukung perekonomian secara keseluruhan, kami juga mencatat peningkatan pengambilan risiko yang, dalam jangka menengah, dapat menciptakan tantangan stabilitas keuangan,” kata Wakil Presiden Luis de Guindos dalam sebuah pernyataan.

Laporan langsung menuju tantangan yang dihadapi oleh ECB, yang baru saja memutuskan untuk menggandakan stimulus di tengah ekonomi kawasan euro yang melemah. Dewan Kebijakan memangkas suku bunga lebih dalam di bawah nol pada bulan September dan mengumumkan pembelian aset baru dalam salah satu keputusannya yang paling kontroversial.

ECB memperingatkan bahwa putaran baru pelonggaran kuantitatif – dilanjutkan sampai inflasi kembali ke target tepat di bawah 2% – selanjutnya akan membatasi jumlah obligasi pemerintah berkualitas tinggi yang tersedia untuk investor swasta dan pada gilirannya dapat menyebabkan kekurangan agunan di pasar repo zona euro, menghambat pemberian pinjaman jangka pendek antar bank.