Laporan Keuangan Goldman Sachs Mengecewakan, Wall Street Terindikasi Melemah

0
Laporan Keuangan Goldman Sachs Mengecewakan, Wall Street Terindikasi Melemah

Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah pada hari Selasa (17/01/2023)  setelah laporan keuangan Goldman Sachs meleset dari estimasi laba kuartalan, sentimen yang memburuk sudah terbebani oleh data ekonomi suram dari China pada hari sebelumnya.

Saham Goldman Sachs turun 2,4% dalam perdagangan premarket setelah bank melaporkan penurunan laba kuartalan sebesar 69% yang lebih besar dari perkiraan karena kerugian besar dalam bisnis konsumennya dan kemerosotan dalam pembuatan kesepakatan. Hasil tersebut mengalahkan perkiraan analis untuk laba kuartal keempat karena bisnis perdagangan bank investasi mendapat dorongan dari volatilitas pasar, mengimbangi pukulan dari kesepakatan yang lamban. Sektor perbankan naik 1,4%.

Paparan Goldman Sachs yang lebih buruk lebih menyedihkan daripada yang diantisipasi. Sementara Morgan Stanley, memiliki hasil yang sangat sesuai dengan ekspektasi, dengan kelemahan di perbankan investasi, tetapi stabil di tempat lain. Laporan penghasilan tersebut mengakhiri musim pelaporan yang beragam untuk bank-bank besar, seperti JPMorgan Chase & Co. dan Bank of America Corp. yang sudah dilakukan pada minggu lalu mengalahkan dengan hasil mengalahkan estimasi laba kuartalan.

Sementara Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc. memberikan laporan pendapatan yang jauh dari ekspektasi, karena sebagian besar bank besar tersebut menyisihkan keuntungan untuk mempersiapkan kemungkinan resesi.

Saat fokus pasar telah beralih ke laporan keuangan sebagai petunjuk tentang kekuatan perusahaan Amerika, diperkirakan bahwa laporan pendapatan secara tahun-ke-tahun dari perusahaan S&P 500 turun 2,2% untuk kuartal tersebut, menurut data Refinitiv yang dilansir pada hari Jumat.

Investor juga menunggu data ekonomi termasuk penjualan ritel akhir pekan ini serta komentar dari pejabat Fed sebagai petunjuk tentang sikap kebijakan moneter bank sentral. Setelah penurunan tajam pada tahun 2022, pasar memiliki awal yang positif tahun ini di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang tidak terlalu agresif dari Federal Reserve AS karena tekanan inflasi mulai mereda dan ada tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin.

Pasar uang saat ini mengharapkan peluang 90,6% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin dari Fed pada bulan Februari dan melihat suku bunga memuncak pada 4,94% pada bulan Juni. Ini akan menjadi kombinasi dari beberapa aksi ambil untung kecil setelah reli yang sangat kuat minggu lalu dan kemudian, tentu saja, berita dari China.

Indek S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada tertinggi satu bulan pada hari Jumat, dengan yang sebelumnya naik 4,2% sejauh ini pada tahun 2023. Bursa saham AS tutup pada hari Senin untuk liburan Hari Martin Luther King Jr.

United Airlines Holdings Inc. akan memberikan laporan setelah bel penutupan perdagangan hari ini.

Sumber: news.esandar.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here