Lapangan Kerja Inggris dan Pergerakan Poundsterling

Lapangan Kerja Inggris dan Pergerakan Poundsterling
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Jakarta – Pada Kamis (16/07/2020), Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris akan merilis angka upah dan tingkat pengangguran dalam tiga bulan hingga Mei. Ini akan menjadi sentiment pasar yang dinanti dimana pasar bisa bergerak fluktuatif, meskipun kenaikan kasus coronavirus mulai melemah.

Laporan pasar tenaga kerja Inggris diharapkan menunjukkan bahwa pendapatan mingguan rata-rata, termasuk bonus, dalam tiga bulan hingga Mei, menurun dari sebelumnya 1,0% menjadi -0,4%, sementara ex-bonus, upah juga terlihat surut dari 1,7 % hingga 0,5% pada periode yang dilaporkan.

Jumlah orang yang mencari tunjangan pengangguran, yaitu Pengubah Hitungan Klaim, kemungkinan telah melunak sebesar 250 ribu pada bulan Juni dibandingkan + 528,9 ribu yang terlihat terakhir. Selanjutnya, tingkat pengangguran ILO diperkirakan akan meningkat dari 3,9% menjadi 4,2% selama tiga bulan yang berakhir pada bulan Mei.

Seperti yang diamati, reaksi kemungkinan akan tetap terbatas di sekitar 20-pips dalam penyimpangan hingga + atau -2, meskipun dalam beberapa kasus, jika cukup menonjol, penyimpangan dapat memicu pergerakan lebih dari 60-70 pips.

GBPUSD menentang kinerja optimis Rabu sambil memancarkan kerugian 0,23% menjadi 1,2560 selama pembukaan pra-London pada hari Kamis. Pasangan ini menyambut data PDB Inggris dan kelemahan dolar AS yang luas pada hari sebelumnya. Meskipun, kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan Sino-Amerika, serta kesengsaraan Brexit dan kekhawatiran COVID-19, tampaknya telah menarik kembali penjual pasangan tersebut.

Oleh karena itu, pedagang akan mengawasi angka ketenagakerjaan utama untuk dorongan segar. Mengingat dorongan kuat oleh pemerintah Tory, laporan pekerjaan Inggris bisa menjaga pasangan GBPUSD diarahkan menuju puncak bulan Juni di dekat 1,2815. Namun, harapan menyaksikan kekecewaan dari data, diikuti oleh kelemahan pasangan yang diperpanjang, tidak dapat dikesampingkan karena pengecer Inggris terus memangkas staf di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan kurang permintaan.

Secara teknis, mundurnya pasangan GBPUSD dari level EMA 200 hari di 1,2590 menyeret kuotasi menuju tertinggi 24 Juni di 1,2543, diikuti oleh EMA 50-hari dekat 1,2485. Sementara itu, 1.2600 bertindak sebagai resistensi langsung di depan tertinggi bulanan di 1.2670.

Angka penghasilan rata-rata Inggris yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) adalah indikator jangka pendek kunci tentang bagaimana tingkat upah berubah dalam ekonomi Inggris. Secara umum, pertumbuhan pendapatan positif mengantisipasi kenaikan untuk GBP (Bullish), sedangkan bacaan yang rendah dipandang sebagai sentiment negatif menjadikan GBPUSD bearish.

Gulir ke Atas