fbpx

Laju Pertumbuhan Ekonomi AS Dilaporkan Stabil Di Q3

Laju Pertumbuhan Ekonomi AS Dilaporkan Stabil Di Q3
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Laju pertumbuhan ekonomi AS selama kuartal ketiga memberikan konfirmasi bahwa ekonomi negara tersebut mampu mempertahankan ekspansinya secara moderat menjelang akhir tahun ini seiring dukungan pasar tenaga kerja yang kuat.

Gross Domestic Product AS tumbuh 2.1% di tingkat tahunan pada kuartal ketiga lalu, sementara data kuartal sebelumnya tidak mengalami revisi dari perkiraan di bulan lalu. Meskipun pembacaan tidak direvisi, yang mana ini sejalan dengan ekspektasi dari para ekonom, namun laju pengeluaran konsumen tercatat lebih kuat dari yang dilaporkan sebelumnya.

Disebutkan pula ada peningkatan belanja bisnis pada struktur non-perumahan seperti infrastruktur listrik, yang membatasi penurunan investasi bisnis secara keseluruhan. Hal tersebut mengimbangi revisi turun untuk investasi dalam pembangunan kembali dan akumulasi inventaris.

Laju impor yang dinilai merupakan hambatan bagi laju pertumbuhan GDP, dilaporkan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Ketika diukur dari sisi pendapatan, ekonomi tumbuh pada tingkat 2.1% pada kuartal ketiga lalu, lebih lambat dari kecepatan pertumbuhan 2.4% yang diperkirakan pada bulan November.

Rata-rata Gross Domestic Product dan Gross Domestic Income, yang dianggap sebagai output domestik bruto dan menjadi acuan yang lebih baik dari kegiatan ekonomi, mengalami peningkatan 2.1% pada periode Juli-September. Angka tersebut turun dari kecepatan pertumbuhan 2.3% yang dilaporkan sebelumnya dan percepatan dari tingkat pertumbuhan 1.4% pada periode kuartal kedua.

Ekonomi AS sepertinya mampu mempertahankan kecepatan pertumbuhannya yang moderat pada kuartal keempat, seiring tingkat pengangguran yang berada di level terendahnya dalam hampir setengah abad, sehingga memberikan dukungan bagi laju pengeluaran konsumen.

Dengan demikian ketakutan terhadap resesi yang mencengkram pasar keuangan selama musim panas lalu dinilai telah memudar.

Kebijakan pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve sebanyak tiga kali di tahun ini telah mengangkat pasar perumahan. The Fed pada pekan lalu telah mempertahankan suku bunga stabil dan mengisyaratkan bahwa kebijakan suku bunga tidak berubah hingga tahun 2020 mendatang.

Sektor manufaktur tampak stabil karena meredanya perang perdagangan AS dengan Cina. Akan tetapi perputaran di sektor manufaktur dapat ditunda setelah produsen pesawat Boeing mengumumkan di awal pekan ini bahwa pihaknya akan menangguhkan produksi pesawat jet jenis 737 MAX, akibat dua kecelakaan fatal dari produk pesawat tersebut.

Untuk tingkat semester pertama di tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi AS tumbuh sebesar 2.6%, seiring perlambatan dari pertumbuhan sebesar 3.1% di periode tiga bulan pertama yang sebagian besar diakibatkan oleh perang perdagangan AS-Cina serta memudarnya dampak stimulus dari paket pemotongan pajak senilai $1.5 triliun di tahun lalu.

Namun demikian kesenjangan perdagangan yang lebih luas, yang memberikan cerminan laju impor yang lebih tinggi, telah mengurangi 0.14 poin persentase dari laju pertumbuhan GDP, lebih besar dari perkiraan 0.11 poin persentase di bulan lalu.(

Gulir ke Atas