Ming, 17 November 2019

Laju Inflasi Korea Selatan Melemah Di Bulan Juli

Indeks harga konsumen Korea Selatan untuk bulan Juli masih tetap berada di bawah 1% dalam tujuh bulan berturut-turut, seiring rendahnya harga minyak global serta ditambah dengan turunnya harga produk pertanian, sehingga mendukung alasan untuk adanya pemangkasan suku bunga lebih besar dari bank sentral untuk melawan laju inflasi yang sangat rendah serta pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Kantor Statistik Korea merilis indeks harga konsumen di bulan Juli hanya tumbuh 0.6% menjadi 104.56 dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini lebih rendah dari kenaikan 0.7% di bulan sebelumnya dan masih jauh dari target Bank of Korea sebesar 2%. Sejak awal tahun ini laju harga konsumen terus berada di kisaran nol, yang mana ini menjadi masa terlama sejak 2015 silam disaat indeks harga konsumen belum mampu menembus diatas 1% selama sepuluh bulan beruntun.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa lemahnya laju inflasi yang berkepanjangan, disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal seperti jatuhnya harga minyak global dan penurunan harga produk pertanian dan peternakan, yang porsi dampaknya lebih dominan dibandingkan lemahnya laju permintaan domestik.

Bank of Korea telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin di pertemuan kebijakan 18 Juli lalu, di tengah semakin besarnya tekanan yang datang dari rendahnya laju inflasi secara terus menerus.

Dalam laporan mengenai inflasi Korea Selatan, disebutkan bahwa harga produk minyak bumi turun 5.9% di tingkat tahunan, sehingga berkontribusi menekan turun laju inflasi inti hingga sebesar 0.27 poin persentase. sementara untuk harga barang-barang industri tidak mengalami perubahan, sementara harga produk pertanian, peternakan dan perikanan turun 0.3% di tingkat tahunan, akibat dari turunnya harga sayur hingga 6.4%.

 

Sedangkan indeks pengeluaran sehari-hari memberikan cerminan naikna pengeluaran untuk produk makanan pokok dan biaya utilitas yang naik 0.4% di bulan Juli, dengan kenaikan harga makanan sebesar 1.1%. Untuk indeks makanan segar, termasuk buah-buahan, sayuran dan ikan justru mengalami penurunan hingga 1.6% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Consumer Price Index yang tidak mencakup pangan dan energi yang mengacu pada standar dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), mencatat kenaikan 0.9% di tingkat tahunan. Demikian juga dengan laju inflasi inti yang tidak mencakup produk pertanian dan harga minyak, yang mencatat kenaikan 1.0% dari tahun sebelumnya.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here