Laju Inflasi Konsumen Oktober Di Tokyo Dilaporkan Naik

Laju Inflasi Konsumen Oktober Di Tokyo Dilaporkan Naik

Data Tokyo Core CPI, yang menjadi indikator utama bagi inflasi nasional, dilaporkan naik 0.5% di bulan Oktober dari tahun sebelumnya, namun masih jauh dari target Bank of Japan di 2% yang sulit dipahami serta dijaga supaya tetap di bawah tekanan guna meningkatkan stimulus.

Data ini menjadi petunjuk pertama mengenai bagaimana kenaikan pajak penjualan yang dimulai pada bulan Oktober dapat mempengaruhi laju pertumbuhan harga yang tetap stabil meskipun bertahun-tahun mengalami pencetakan uang oleh Bank of Japan.

Indeks harga konsumen inti di kawasan ibukota Jepang yang mencatat kenaikan, yang meliputi produk minyak namun tidak mencakup harga makanan segar, masih lebih lambat dari perkiraan kenaikan 0.7% dari para analis pasar dan cenderung stagnan dari bulan September sebelumnya.

Mari Iwashita selaku kepala ekonom pasar di Daiwa Securities, mengatakan bahwa sektor korporasi tidak menganggap bahwa konsumen akan mendapatkan dampak kenaikan pajak penjualan sebesar perkiraan awal.

Lebih lanjut Iwashita menyampaikan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan memangkas perkiraan inflasi dalam laporan kuartal di bulan Oktober, sembari menambahkan bahwa laju CPI inti nasional Oktober kemungkinan tumbuh 0.5%.

Untuk meringankan beban dari pungutan yang lebih tinggi, pemerintah mulai menawarkan diskon atau membuat layanan pengasuhan anak gratis mulai Oktober. Laju inflasi konsumen inti di Tokyo mencapai 0.34% di bulan Oktober guna menandai laju inflasi paling lambat dalam lebih dari dua tahun, dengan tidak memasukkan dampak kenaikan pajak dan diskon pengasuhan anak.

Kebijakan moneter ultra longgar yang diterapkan selama bertahun-tahun telah gagal untuk meningkatkan inflasi ke target bank sentral di 2%, sehingga memaksa bank sentral untuk mempertahankan program stimulus besar-besaran meskipun tingkat keuntungan lembaga keuangan dari suku bunga rendah tetap mendapatkan tekanan.

Perkiraan dari Bank of Japan pada bulan Juli lalu, menyebutkan bahwa bank sentral masih tetap mengandalkan inflasi konsumen inti nasional yang berada di angka 1.0% di tahun fiskal berjalan saat ini yang berakhir Maret 2020 mendatang, termasuk juga memaparkan pengaruh pajak yang lebih tinggi.

Sebuah sumber menyampaikan pada Reuters bahwa Bank of Japan kemungkinan akan memangkas perkiraan inflasi pada laporan triwulanan Oktober, yang akan dikeluarkan setelah peninjauan suku bunga pada hari Kamis lusa.

Akan tetapi hal tersebut justru lebih condong ke arah bagaimana menjaga kebijakan tetap stabil sebagai pasar yang stabil, gencatan senjata dalam perundingan perdagangan AS-Cina serta laju permintaan domestik yang kuat dapat memberikan ruang untuk menyimpan amunisinya yang mulai berkurang untuk melawan ancaman resesi di waktu mendatang.(