fbpx

Laju Inflasi Inggris Turun Di Bulan April

Laju Inflasi Inggris Turun Di Bulan April
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Inflasi Inggris untuk bulan April dilaporkan jatuh ke level terendahnya sejak Agustus 2016, akibat pandemi virus yang menekan harga minyak global serta pemangkasan harga yang dilakukan oleh jaringan toko pakaian sehingga semakin memperkuat prospek stimulus yang lebih besar dari Bank of England di bulan depan.

Laju inflasi harga konsumen dilaporkan turun ke 0.8% di tingkat tahunan dari 1.5% pada bulan Maret sebelumnya, yang mana ini merupakan penurunan paling tajam di tingkat bulanan dalam lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus membawa laju inflasi semakin jauh dibawah target 2% dari Bank of England.

BoE meningkatkan program pembelian obligasi dengan rekor 200 miliar Poundsterling pada bulan Maret ketika krisis COVID-19 meningkat, dan banyak ekonom mengharapkan adanya kenaikan stimulus lainnya pada 18 Juni mendatang, setelah sebelumnya Wakil Gubernur Ben Broadbent mengatakan bahwa pihaknya bisa saja menurunkan target inflas di bawah nol pada akhir 2020.

Salah seorang ekonom di Capital Economics, Ruth Gregory mengatakan bahwa pertumbuhan harga yang mendasarinya akan tetap dalam kondisi yang lemah seiring laju permintaan yang lebih lemah untuk mengimbangi dampak pandemi terhadap inflasi.

Lebih lanjut Gregory mengemukakan bahwa dengan latar belakang ini maka pihaknya berharap bank sentral akan memperluas program pelonggaran kuantitatif secara lebih lanjut.

Kantor Statistik Nasional mengatakan pembacaan inflasi kemungkinan akan berubah-ubah karena kebijakan lockdown terkait virus corona, telah membuat para petugas yang mengumpulkan data harga konsumen tidak mampu mendapatkan data harga yang lebih akurat terhadap seperlima dari total produk barang dan jasa secara keseluruhan sehingga memaksa ONS untuk memperkirakannya atau menggunakan data pengganti.

Penurunan harga untuk tagihan energi, transportasi – yang termasuk bensin – dan pakaian dan alas kaki, menjadi kontributor utama terbesar bagi penurunan laju inflasi. ONS juga mengatakan bahwa para pengecer pakaian merasa terpukul oleh perintah kebijakan berdiam di rumah bagi warga Inggris, sehingga menggunakan lebih banyak penjualan diskon dan menurunkan harganya sebesar 2.9% di tingkat tahunan, sehingga mencatat jumlah pemangkasan terbesar sejak 2010 lalu.

Jumlah tagihan sektor rumah tangga mengalami penurunan paling banyak sejak 2009 silam, sehingga mencerminkan batas harga yang diumumkan sebelumnya.

Namun demikian ada sedikit dukungan yang datang dari kenaikan harga video game dan konsol, produk board game, mainan anak-anak serta harga sayuran segar.

Sedangkan untuk laju inflasi inti, yang tidak termasuk energi, makanan, alkohol dan tembakau, dilaporkan bertahan stabil sebesar 1.5% di tingkat tahunan.

Untuk inflasi harga eceran yang masih dipakai sebagai acuan meskipun tidak akurat namun banyak digunakan di pasar obligasi dan kontrak lainnya, dilaporkan turun menjadi 1.5% di bulan April dari 2.6% pada bulan Maret sebelumnya.

Gubernur BoE Andrew Bailey mnilai bahwa penurunan data Consumer Price Index di bawah 1% akan membutuhkan dukungan dari pemerintah.(

Gulir ke Atas