• 15 Desember 2019

Laju Ekspor Hong Kong Bulan Oktober Dilaporkan Turun

Laju Ekspor Hong Kong Bulan Oktober Dilaporkan Turun

Laju pengiriman ke luar negeri dari kawasan Hong Kong kembali mencatat penurunan selama 12 bulan berturut-turut di bulan Oktober, seiring terperosoknya pusat keuangan wilayah tersebut akibat dari perang dagang Cina dengan AS yang masih berlangsung, serta ditambah dengan gelombang protes pro-demokrasi yang melumpuhkan aktifitas di wilayah bekas jajahan Inggris tersebut.

Dilaporkan untuk ekspor turun 9.2% menjadi HK$ 348.5 milliar atau setara dengan $ 44.5 milliar dari tahun sebelumnya, sementara dalam survei oleh Bloomberg, para ekonom sebelumnya memperkirakan penurunan hanya sebesar 8.4%.

Untuk impor dilaporkan juga turun 11.5% menjadi HK$ 30.6 milliar dibanding tahun lalu, sehingga semakin mempersempit defisit perdagangan Hong Kong.

Salah seroang juru bicara pemerintah otonomi Hong Kong, mengatakan bahwa kinerja ekspor barang Hong Kong kemungkinan akan tetap lemah dalam waktu dekat, karena laju pertumbuhan ekonomi global yang lemah serta ketidakpastian yang bersumber dari kebijakan perdagangan AS, terus menimbulkan tekanan terhadap permintaan eksternal.

Sejak awal tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi di Hong Kong telah kehilangan momentumnya dan saat ini berada dalam kondisi resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir sejak periode kuartal ketiga lalu.

Konflik perdagangan yang berkepanjangan antara AS dengan Cina telah mengekspos wilayah otonomi Cina ini sebagai salah satu pusat perdagangan dunia yang terkena imbas negatif dari perselisihan kebijakan tarif diantara kedua negara.

Selain itu gelombang protes para warga Hong Kong yang pro-demokrasi, menyusul RUU pemerintah Cina tentang aturan ekstradisi para warga Hong Kong ke Cina daratan serta aturan yang mengikat lainnya, yang berlangsung selama lima bulan terakhir telah melumpuhkan mayoritas sektor penopang ekonomi kota tersebut, termasuk sektor ritel, hotel dan industri jasa lainnya.

Namun demikian optimisme yang secara keseluruhan masih melingkupi suasana pasar global, terkait harapan akan kemajuan pembicaraan perdagangan AS-Cina, sedikit banyak mampu meredam kemerosotan aktifitas ekonomi secara lebih luas.

Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut, telah mencapai konsensus mengenai penyelesaian masalah yang relevan secara tepat.

Adapun Kementerian Perdagangan Beijing menyatakan bahwa kedua negara telah setuju untuk tetap menjalin komunikasi mengenai sejumlah poin-poin penting yang tersisa bagi tercapainya kesepakatan perdagangan fase pertama.(