• 15 Desember 2019

Laba Perusahaan Industri Cina Dilaporkan Turun Di Bulan Oktober

Laba Perusahaan Industri Cina Dilaporkan Turun Di Bulan Oktober

Tingkat profitabilitas di perusahaan-perusahaan industri Cina mengalami penurunan di tingkat tahunan dalam tiga bulan berturut-turut di periode Oktober lalu, menyusul penurunan harga dan tingkat ekspor dari para produsen yang berkelanjutan sehingga menggarisbawahi momentum perlambatan di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Biro Statistik Nasional melaporkan laba industri turun 9.9% di bulan Oktober dari tahun lalu menjadi 427.56 milliar Yuan atau sekitar $60.74 milliar, yang menandai penurunan terbesar sejak periode Januari-Februari setelah sebelumnya juga turun 5.3% pada bulan September.

Sektor industri China telah berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir karena melambatnya permintaan di dalam negeri dan dampak dari perselisihan perdagangan AS-Cina sehingga mengurangi laju pendapatan mereka.

Terlepas dari sejumlah tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi perdagangan baru-baru ini, masih tersisa ketidakpastian mengenai apakah pihak Beijing dan Washington dapat mencapai kesepakatan yang mampu menunda dijalankannya kenaikan tarif AS terhadap produk Cina, yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember mendatang.

Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump berkomentar bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan pada fase pertama, namun tidak merinci secara pasti mengenai waktu kesepakatan tersebut akan ditandatangani.

Indeks harga produsen Cina, yang dipakai sebagai indikator utama dari tingkat profitabilitas perusahaan, mengalami penurunan dengan laju paling tajam dalam lebih dari tiga tahun pada Oktober lalu, seiring harga bahan baku yang dilaporkan turun.

Sementara laporan resmi PMI manufaktur Cina juga menunjukkan terjadinya kontraksi aktifitas dalam enam bulan beruntun di bulan September lalu, menyusul pesanan ekspor baru yang tutun dalam 17 bulan berturut-turut. Selama periode Januari hingga Oktober, keuntungan perusahaan di sektor industri turun 2.9% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi 5.02 triliun Yuan, menyusul penurunan 2.1% pada periode Januari-September.

Pada awal pekan ini bank sentral Cina telah mengeluarkan peringatan terhadap meningkatnya risiko penurunan ekonomi akibat dari laju pertumbuhan yang goyah, meskipun berbagai kebijakan stimulus fiskal dan moneter terus diperkenalkan di tahun ini.

Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah analis, menyebutkan bahwa pertumbuhan Cina akan tergelincir ke level terendahnya dalam 30 tahun terakhir, hingga mendekati 6.2% dan kemudian akan mencatat penurunan menjadi 5.9% di tahun 2020 mendatang, yang mana perkiraan ini semakin memberikan tantangan bagi pemerintahan Beijing untuk mencari langkah guna memacu laju pertumbuhannya.

Liabilitas perusahaan industri meningkat sebesar 4.9% dari tahun sebelumnya menjadi 66.74 triliun Yuan di akhir Oktober lalu, dari kenaikan sebelumnya sebesar 5.4% di akhir September.

Tingkat keuntungan perusahaan sektor swasta naik 5.3% sepanjang periode Januari hingga Oktober, atau melambat dari 5.4% di periode Januari hingga September.

Seluruh data tersebut mencakup perusahaan-perusahaan dengan tingkat pendapatan tahunan dari operasi utama mereka lebih dari 20 juta Yuan.(