Konsumen Jepang Berencana Mengekang Laju Pengeluaran Mereka

Konsumen di Jepang berencana untuk menghabiskan lebih sedikit uangnya selama liburan musim panas ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai dana pensiun menyusul penyusutan pendapatan pensiun di negara tersebut.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Meiji Yasuda Life Insurance Co, para konsumen di Jepang dilaporkan menurunkan rencana pengeluaran selama liburan musim panas tahun ini menjadi rata-rata sekitar ¥68,071 ($640), atau mencatat penurunan sebesar ¥15,743 dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang terendah yang pernah tercatat dalam 14 tahun terakhir.

Yuichi Kodama selaku kepala ekonom di Meiji Yasuda mengatakan bahwa warga Jepang lebih tertarik untuk menghemat uang mereka dalam jangka menengah dan panjang seiring maraknya wacana mengenai bagaimana mendanai kehidupan mereka pasca memasuki usia pensiun.

Saat ditanya mengapa warga Jepang berencana untuk mengurangi pengeluaran di tahun ini, sebanyak 34.6% responden mengatakan bahwa mereka ingin mempersiapkan pengeluaran mereka untuk masa depan, sementara 31.4% lainnya berniat untuk menyetorkan uang mereka ke dalam tabungan. Sedangkan hampir 30% sisanya mengatakan bahwa mereka akan mengekang laju pengeluaran mereka menjelang kenaikan pajak konsumsi di bulan Oktober mendatang.

Sementara itu permasalahan pendanaan pasca pensiun biasanya akan menimbulkan pengaruh terhadap warga dengan usia paruh baya dan lansia. Selain itu survei ini juga menunjukkan preferensi di antara generasi muda untuk menabung dibandingkan harus membelanjakannya.

Dari responden di kelompok usia kisaran 20 tahun, 47.4% pria dan 42.3% wanita mengatakan bahwa mereka berencana untuk menghemat uang yang mereka punya. Jika dilihat dari harapan pengeluaran mereka, sebanyak 56.2% responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa mereka hanya ingin bersantai di rumah selama liburan musim panas, sementara sebanyak 14.6% lagi berencana untuk mengunjungi sanak saudara atau kerabat, sedangkan sisanya sebanyak 13.4% akan melakukan perjalanan domestik.

Setidaknya hasil survei ini dapat memberikan petunjuk sejauh mana para konsumen di Jepang mengantisipasi rencana kenaikan pajak penjualan di bulan Oktober mendatang.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini