Konsumen Australia Mengalami Masa Suram Di Bulan September

Konsumen Australia Mengalami Masa Suram Di Bulan September

Para konsumen Australia mengalami masa suram di periode bulan September seiring kegugupan mengenai moneter pribadi hingga melebih tanda-tanda pemulihan moderat di pasar perumahan, sekaligus menggarisbawahi taruhan pasar terhadap pemangkasan interest rate lebih dari satu kali guna mendukung ekonomi Australia yang tengah mengalami kelesuan.

Melbourne Institute dan Westpac Bank melaporkan hasil survei yang menunjukkan indeks kecondongan konsumen Australia mengalami pemangkasan 1.7% di bulan ini, setelah mencatat kenaikan 3.6% di bulan Agustus, seiring 98.2% responden menyatakan pesimis terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Data yang suram ini dirilis setelah sebuah survei terpisah menunjukkan lemahnya momentum di sektor korporasi seiring langkah-langkah untuk kondisi bisnis dan kepercayaan keduanya jatuh di bawah posisi rata-rata. Hal inilah yang mendorong National Australia Bank merevisi harapan mereka terhadap pemangkasan interest rate dari RBA.

Outlook dari NAB ini sesuai dengan tingkat pasar terhadap potensi dua kali pemangkasan interest rate di pertengahan 2020 mendatang. Pesimisme yang melanda Australia di segala sektor ekonominya, dinilai akan semakin memberikan penegasan bagi RBA untuk melanjutkan siklus pemotongan suku bunganya setelah sebelumnya pada Juni dan Juli lalu mereka telah menurunkan suku bunganya ke rekor terendahnya di 1%, yang sebagian besar untuk memberikan dukungan terhadap permintaan konsumen.

Saat ini pemerintah Australia juga telah menawarkan potongan retribusi kepada sektor rumah tangga untuk mengurangi tekanan terhadap arus kas mereka, sementara pihak regulator telah melonggarkan aturan pinjaman perbankan sehingga memudahkan warga Australia untuk mengajukan lebih banyak pinjaman hipotek. Untuk sementara hal ini telah membantu menghidupkan kembali sektor perumahan, namun sektor lainnya masih mencerminkan pelemahan.

Ekonomi Australia senilai A$1.95 triliun, telah berupaya untuk menghindari resesi sejak awal 190-an, namun perkiraan di sisa tahun ini nampaknya semakin suram ekses kenaikan upah yang menlambat serta hutang rumah tangga yang mencapai rekor tertingginya sehingga merugikan sektor belanja konsumen.

Sementara tingkat rumah di dua kota terbesar Sydney dan Melbourne telah stabil dalam beberapa bulan terakhir, namun para pakar ekonomi dan pelaku pasar tidak bertaruh lebih besar terhadap kebangkitan jangka pendek dalam pertumbuhan ekonominya. Dukungan yang positif di sektor perumahan Australia sangat kontras dengan kecondongan konsumen yang lemah.

Dalam survei disebutkan bahwa para konsumen merasa takut kehilangan pekerjaan di bulan ini, sehingga menunjukkan bahwa lebih banyak responden memperkirakan level pengangguran akan mengalami kenaikan di tahun mendatang. Westpac mengharapkan dewan RBA untuk memangkas interest rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 1 Oktober dengan langkah lanjutan menuju kemungkinan 0,5% pada bulan Februari.

Bank Sentral Australia mengatakan bahwa mereka akan menurunkan suku bunganya kembali jika diperlukan dan juga telah menunjukkan kesediaan untuk mempertimbangkan langlah-langlah kebijakan yang tidak konvensional di saat level interest rate mencapai posisi sangat lembah. Dalam tanggapan tertulisnya kepada para anggota parlemen Australia, RBA menegaskan bahwa mereka kemungkinan akan mempertimbangkan pelonggaran kuantitatif jika diperlukan, namun menyampaikan bahwa opsi kebijakan tersebut tidak mungkin dilakukan untuk saat ini.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here