Konsumen AS Banjiri Toko dan Mal, Penjualan Durable Goods Diperkirakan Naik

Konsumen AS Banjiri Toko dan Mal, Penjualan Durable Goods Diperkirakan Naik
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Konsumen Amerika terbukti siap untuk meruntuhkan pembatasan-pembatasan yang terjadi di bulan Mei dengan kembali ke toko-toko dan mal dalam jumlah besar dan mengirimkan angka penjualan ritel melonjak ke rekor kenaikan bulanan terbesar mereka. Tidak masuk akal untuk berharap bahwa barang tahan lama, komponen pengeluaran ritel, akan tampil berbeda.

Pesanan baru untuk barang tahan
lama diperkirakan akan naik 10,6% pada Mei setelah jatuh 17,7% pada April
karena sebagian besar negara memasuki karantina wajib. Pesanan di luar sektor
transportasi diperkirakan naik 2,5% setelah penurunan 7,7% pada bulan April. Diluar
pesawat dan perlengkapan militer, barang modal non-pertahanan menjadi proksi
untuk melihat pengeluaran bisnis, diperkirakan akan menambah 1% setelah
penurunan 6,1% April.

Kinerja penjualan ritel atau
eceran pada bulan Mei jauh lebih baik daripada yang diantisipasi. Secara
keseluruhan penjualan ritel melonjak 17,7% dengan prediksi 8%, penjualan mobil
bekas naik 12,4% dibandingkan estimasi 5,5% dan kelompok kontrol, yang
menginformasikan perhitungan PDB, naik 11%, jauh melampaui prediksi 4,7%.
Setiap kenaikan bulan Mei adalah yang terbesar dalam catatan seperti penurunan
setiap bulan April. Lebih penting bagi ekonomi, penjualan ritel telah
membalikkan dari dari penurunan sebesar 14,7% di bulan April yang memberikan
bisnis uang tunai langsung. .

Sama menjanjikannya dengan angka
pembelian bulan lalu dan mendorong bisnis melihat pelanggan untuk pertama
kalinya dalam dua bulan, penjualan Juni bukan Mei akan menjadi ujian. Jika
ledakan pengeluaran Mei sebagian besar disebabkan oleh pembelian yang
ditangguhkan dari penjualan Maret dan April dan Juni maka pengakhiran bulan
kuat tunggal tidak akan memicu banyak perekrutan tambahan. Jika konsumsi
berlanjut pada tingkat normal atau lebih tinggi maka lingkaran pengeluaran yang
baik mengarah ke perekrutan dan kemudian lebih banyak pengeluaran akan memulai.

Sentimen bisnis telah pulih dari
kedalaman April. Sementara indeks Institute for Supply Management menunjukkan
bahwa sektor manufaktur angkanya naik menjadi 43,1 pada Mei dari 41,5 dan skor di
sektor jasa naik menjadi 45,4 dari 41,8, keduanya tetap di bawah 50 divisi
antara ekspansi dan kontraksi.

Indikator ketenagakerjaan adalah
yang terlemah, dimana sektor manufaktur berada di 32.1 di bulan Mei dari 27.5,
tidak sesuai dengan perkiraan 35; sektor jasa 31,8 dari 30 pada bulan April
tetapi di bawah prediksi 35,8. Meski demikian penggajian non-pertanian (NFP)
mampu naik 2,5 juta yang tidak terduga pada bulan Mei daripada perkiraan sebelumnya
yang berkeyakinan akan turun 8 juta.

Pasar sedang menanti bukti bahwa
pemulihan yang mereka lakukan telah berjalan dengan baik. Para konsumen telah
bekerja sama dan ada alasan untuk mengharapkan penjualan barang tahan lama bisa
sebesar penjualan barang ritel secara keseluruhan. Pada akhirnya, bursa saham akan
bertepuk tangan dan dolar akan memiliki lebih banyak persiapan untuk kenaikan lagi.

Gulir ke Atas