Klain Pengangguran Kemungkinan Turun Meskipun Masih Di Kisaran Tinggi

Klain Pengangguran Kemungkinan Turun Meskipun Masih Di Kisaran Tinggi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Sepanjang masih terjadinya krisis global akibat pandemi virus maka pasar tenaga kerja AS akan terus mendapat hantaman, menyusul jutaan orang, termasuk pekerja kerah putih, yang mengajukan tunjangan pengangguran di pekan lalu saat semua sendi ekonomi mendapatkan dampak dari Covid-19.

Laporan klaim pengangguran mingguan pada malam nanti dari Departemen Tenaga Kerja, yang merupakan data paling tepat untuk menilai kesehatan ekonomi, akan memperkuat harapan para ekonom dalam tiga bulan beruntun dari dampak hilangnya pekerjaan secara besar-besaran di bulan Mei.

Data ini akan dirilis hanya sehari setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan “periode panjang” pertumbuhan yang lemah dan pendapatan yang stagnan.

Selama bulan April lalu, AS telah kehilangan sebanyak 20.5 juta pekerjaan, serta mengalami penurunan upah paling tajam sejak terjadinya Great Depression di periode dekade 1930-an.

Menurut survei Reuters terhadap para ekonom, klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara kemungkinan berjumlah 2,5 juta yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 9 Mei. Jika angka ini sesuai maka data tersebut mengalami penurunan dari 3,17 juta, meskipun masih mencatat angka yang tinggi.

Selain pekerja di industri dan pekerjaan yang pada awalnya tidak terpengaruh oleh penutupan coronavirus, para ekonom menghubungkan peningkatan klaim yang terus-menerus dengan pemrosesan backlog aplikasi, yang terakumulasi ketika kantor-kantor pengangguran negara bagian kewalahan oleh gelombang aplikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk mengukur kedalaman masalah pengangguran, perhatian akan bergeser ke jumlah orang yang tinggal dalam daftar tunjangan pengangguran.

Seorang ekonom di Citigroup New York, Andrew Hollenhorst mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan puncak pandemi akan tiba di akhir Mei atau Juni, sehingga klaim pengangguran akan terus mengalami penurunan seiring kembalinya lapangan kerja di berbagai sektor.

Tingkat pengangguran di bulan April mengalami lonjakan hingga 14.7%, memecahkan rekor pasca perang dunia kedua yang mencatat 10.8% yang dicatat pada November 1982 silam.(

Gulir ke Atas