• 7 April 2020

Ketakutan Investor Sulit Berubah, Tahun Ini Menjadi Milik EMAS

Fundamental Emas – Selain wabah Corona, masih ada sejumlah isu yg menjadi sumber kekhawatiran suceder. Perang perdagangan, ketegangan Timur Tengah dan risiko pemilu AS akan terjadi dalam tahun 2020. Dengan latar belakang tersebut, para trader terus mendukung aset secure haven, emas sebagai pilihan.

Otoritas kesehatan Tiongkok telah melaporkan 409 fall baru infeksi coronavirus serta 150 kematian lebih lanjut, menjadikan total kasusnya jadi 77.150 dan complete kematiannya menjadi 2.592. Semua kecuali satu dri kematian baru berada pada provinsi Hubei, pusat wabah, yang menyumbang 398 dri 409 kasus baru. Kematian lainnya adalah di provinsi selatan pulau Hainan. Angka-angka hari Minggu, yang dirilis pada hari Senin (24/02/2020), menunjukkan bahwa 1.846 lebih banyak orang sudah dikeluarkan dari rumah sakit, sehingga total menjadi 24.734.

Para pejabat keuangan dari 20 negara besar ekonomi teratas dunia berjanji untuk memantau dampak wabah pada pertumbuhan worldwide dan bertindak jika perlu, dan memperkirakan pertumbuhan maka akan meningkat pada 2020 serta 2021. Para menteri keuangan Kelompok 20 (G20) serta kepala bank sentral diberi presentasi serius oleh Dana Moneter Internasional, yang memperkirakan epidemi akan mencukur zero,1 poin persentase dri pertumbuhan global. “Kami maka akan meningkatkan pemantauan risiko worldwide, termasuk wabah baru-baru terkait Covid-19,” kata pernyataan dari para pemimpin keuangan. “Kami siap mengambil tindakan lebih lanjut untuk membasmi risiko ini.”

Di awal tahun 2020, dua risiko terbesar sebelumnya yaitu masalah Brexit dan perang dagang AS-China, mulai surut. Namun, eskalasi geopolitik AS-Iran  menyembul sejak awal. Belum lagi ketidakpastian di sekitar pemilihan Presiden AS yang membayangi dan harapan pertumbuhan ekonomi yeng moderat, di tengah kebijakan moneter global yang akomodatif, kemungkinan maka akan membuat investor waspada dan bergegas membeli aset safe haven dalam tahun 2020. Tema-tema tersebut akan mendominasi pasar keuangan tahun ini, sebagai ketakutan favorit klasik bagi para trader tidak mungkin berubah.

Berkaca pada 2019, emas telah menjadi tempat berlindung bagi investor ketika perdagangan risiko lenyap dari pasar, mengingat stabilitas dan likuiditas relatif terhadap aset-aset tersebut. Emas, sebagai penyimpan nilai tertinggi, mengungguli aset safe destination lainnya pada 2019, naik lebih dari 15%.

Pada tahun 2020 sejauh ini, harga emas sudah mencapai level tertinggi dalam masa lebih dari tujuh tahun terakhir. Logam Mulia nampak sebagai taruhan aset safe destination terbaik pada tahun 2020, karena rezim kebijakan moneter yang longgar diperkirakan akan berlanjut di tengah tekanan harga yang terkendali secara worldwide dan kekhawatiran yang tersisa arah pertumbuhan ekonomi.

Bank-bank sentral utama di seluruh dunia, termasuk Bank Jepang (BOJ),  Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Nasional Swiss (SNB) telah mengadopsi  kebijakan suku bunga negatif  dan tampaknya telah kehabisan alat tuk meningkatkan pertumbuhan dan inflasi.  US Federal Hold (Fed) diperkirakan akan mempertahankan jeda pemangkasan suku bunga, meskipun pasar bukan mengesampingkan penurunan suku bunga pada akhir-2020 jika hasil pemilu Presiden SINCE dan/atau perang dagang AS-China menggagalkan prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Pasar menilai yakni setiap pembalasan yg keras dari AS dan Iran dapat memicu arah baru yang lebih tinggi dalam emas. Sehubungan dengan risiko pada atas, emas yang bukan berimbal hasil dapat menarik manfaat karena pasar menghindari risiko/aset dengan hasil lebih tinggi di tengah kerusuhan serta kepanikan pasar.

Disisi lain, tak dapat dipungkiri daya kenaikan bursa saham AS dari sejumlah potensi keuntungan yang dipaparkan masing-masing emiten. Bahkan bisa jadi yang terpanjang bila melihat pergerakan bullish pasar terkait sejak Maret 2009. Namun demikian ada potensi dimana investor akan melakukan diversifikasi investasi, dan emas sekali lagi berpeluang menjadi manfaat investor.

Sekarang, melihat prospek dolar AS, mata duit AS ini bisa berada di bawah tekanan melawan seluruh saingan utamanya tahun ini jika Fed memberikan penurunan suku bunga atau terjadi resolusi perdagangan AS-China yang potensial. Perlu dicatat, emas dan dolar AS bergerak lebih tinggi secara bersamaan tahun selanjutnya, meskipun tingkat permintaan safe-haven tradisional (emas) tidak tertandingi. Greenback mempertahankan daya tarik safe-haven-nya karena merupakan mata uang cadangan dunia serta denominasi untuk banyak transaksi bisnis internasional.

Demikian juga, bahkan permintaan untuk treasury AS meningkatkan kecepatan pada kuartal terakhir tahun 2019. Namun, hal tersebut terjadi karena Fed yang membelinya untuk menenangkan Fed Repo serta suceder keuangan yang bermasalah. Surat berharga treasury dianggap bebas risiko, karena didukung oleh kredit pemerintah AS. Namun, kinerja pasar saham AS yang optimis di tengah kemungkinan membaiknya prospek ekonomi AS dan optimisme perdagangan AS-China dapat menjadi pertanda buruk bagi Obligasi AS.