Kegugupan Brexit Meningkat, Perusahaan Inggris Pangkas Investasi

Perusahaan-perusahaan Inggris lebih khawatir tentang Brexit dibandingkan saat referendum 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa. Perusahaan tersebut berencana untuk mengurangi investasi dan perekrutan, sebuah survei dari para pejabat keuangan, pada hari Senin.

Survei yang dilakukan oleh Deloitte, sebuah perusahaan penasihat keuangan, menemukan bahwa 83% CFO percaya bahwa meninggalkan Uni Eropa akan merugikan lingkungan bisnis jangka panjang Inggris.

Hanya 4% yang mengatakan, ini adalah saat yang tepat untuk mengambil risiko neraca, persentase terendah sejak jatuhnya Lehman Brothers pada 2008 yang membantu memicu krisis keuangan.

Ekonomi Inggris telah melambat tajam setelah awal yang kuat di 2019 ketika perusahaan mempersiapkan diri untuk eksekusi Brexit di tanggal awal pada bulan Maret yang telah ditunda hingga 31 Oktober.

Survei yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan ekonomi menyusut pada kuartal kedua dan Gubernur BOE Mark Carney memperingatkan risiko yang meningkat dari Brexit No Deal dan dari meningkatnya ketegangan perdagangan di ekonomi dunia.

Hampir dua pertiga dari CFO yang disurvei oleh Deloitte diperkirakan akan memotong perekrutan dalam tiga tahun ke depan sebagai akibat dari Brexit dan 47% diharapkan akan mengurangi belanja modal.

Perusahaan-perusahaan Inggris mengurangi investasi bisnis sepanjang 2018, yang merupakan jangka waktu terpanjang sejak krisis keuangan global, menambah kecemasan tentang akibat jangka panjang dari krisis Brexit terhadap perekonomian negara itu.

Sumber: Topgrowth Futures, Investing.