Investor Ambil Peluang Dari Kejatuhan Harga, Emas Berbalik Naik

Investor Ambil Peluang Dari Kejatuhan Harga, Emas Berbalik Naik
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

JAKARTA – Harga emas naik pada perdagangan hari Kamis (17/06/2021) setelah para investor mengambil keuntungan dari penurunan tajam di sesi sebelumnya. Sebagaimana diketahui bahwa paska pertemuan Federal Reserve AS yang  mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, harga emas mengalami koreksi cukup tajam mendekati harga psikologis 1800, dikisaran 1808. Kini harga emas di pasar spot telah naik kembali ke $1,822 per troy ons, pada 09.35 WIB. Sementara di bursa berjangka emas diperdagangkan pada kisaran $1,824.

Emas dihancurkan semalam oleh Fed yang lebih hawkish. Ini telah melakukan pemulihan moderat di Asia tetapi reli lebih terlihat seperti pembelian dip spekulatif dan short-covering uang cepat, daripada mosi percaya pada logam mulia. Pemulihan emas harus didekati dengan hati-hati karena kita belum melihat bagaimana perubahan nada dari Fed akan sepenuhnya dimainkan di pasar. Penutupan harian emas di bawah $1.797,50 akan menandakan koreksi yang lebih dalam dalam prospek.

The Fed pada hari Rabu mulai menutup pintu pada kebijakan moneter yang didorong oleh pandemi dengan 11 dari 18 pejabat Fed memproyeksikan setidaknya dua kenaikan suku bunga seperempat poin untuk 2023. Emas yang dipandang sebagai asset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan suku bunga dari The Fed akan menumpulkan daya tarik emas karena diterjemahkan menjadi biaya peluang yang lebih tinggi untuk menahannya.

Harga emas tergelincir lebih dari 2,5% pada hari Rabu ke level terendah sejak 6 Mei setelah komentar hawkish dari pejabat Fed mengangkat dolar ke level tertinggi dua bulan, sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak. Perburuan tawar-menawar, permintaan tempat berlindung yang aman dan penurunan pembelian muncul karena emas turun menjadi $1.804, meskipun perubahan dalam skrip Fed telah menguntungkan dolar dan imbal hasil Treasury daripada logam mulia dalam jangka pendek.

Sumber: news.esandar.co.id

Berita Lainnya:

Gulir ke Atas