Inggris Tunda Kenaikan Pajak, Poundsterling Menguat Kembali

Inggris Tunda Kenaikan Pajak, Poundsterling Menguat Kembali
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

JAKARTA – Dalam pemberitaan terbaru dari UK Times, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak diperkirakan akan menunda rencana kenaikan pajak dalam anggaran Maretnya di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang skala “kolosal” dari dampak ekonomi akibat wabah virus corona.

Berita tersebut menyebutkan setidaknya akan ada paket dukungan senilai £ 4,6 miliar, sebagaimana diumumkan baru-baru ini oleh eksekutif Inggris untuk membantu bisnis setelah penguncian nasional ketiga. Meski demikian, Rishi Sunak menolak untuk mengesampingkan perpanjangan skema cuti, yang membayar 80% dari gaji orang, setelah bulan April.

Penangguhan pajak ini sebagaimana dikonfirmasi pernyataan pejabat senior Inggris lainnya, bahwa saat ini adalah “waktu yang salah” untuk menaikkan pajak dan kemungkinan besar rencana tersebut akan ditangguhkan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Poundsterling nampak berusaha kembali ke jalur kenaikannya. Pasangan GBP/USD menanggapi berita tersebut dengan aktif di sekitar 1,3570.

Poundsterling baru-baru ini tertekan akibat dampak virus corona. Sebagaimana dilaporkan bahwa baru-baru ini, Jepang juga telah menemukan varian lain dari virus yang memiliki kemiripan dengan jenis covid baru yang ditemukan di Inggris.

Berita tersebut seharusnya secara ideal membebani mata uang berisiko, tetapi AUD/USD, sebagai barometer mata uang risiko di Asia, tetap bergerak sedikit positif di sekitar 0,7750.

GBP/USD berusaha naik di sekitar 1,3560, setelah turun selama tiga hari berturut-turut, di awal sesi perdagangan Asia pada hari Senin (11/01/2021). Secara teknis, Cable masih menyimpan peluang koreksi di sekitar pertengahan 1,3500-an dalam jangka pendek. Para penjual berharap sentiment Bearish muncul dari masalah virus di Inggris.

Sebaliknya dalam jangka menengah, penurunan lebih lanjut nampak terbatasi, dukungan formasi segitiga membatasi sisi penurunan langsung, sehingga para pembeli mencari konfirmasi grafik naik untuk melakukan entri baru. Setidaknya harga krusial di sekitar 1,3535, akan menawarkan tantangan berat bagi para penjual GBP/USD.

Pendek kata, jika GBPUSD bergerak dibawah 1,3535, berpotensi mengalami koreksi hingga ke 1,3500 hingga di sekitar 1,3450. Sebaliknya, kenaikan dengan konfirmasi di 1.3570 berpotensi membuka peluang kembalinya GBPUSD ke 1,3600 hingga ke 1,3630.

Sentimen bullish yang berkelanjutan akan membuka peluang GBPUSD mengarah ke posisi tertinggi multi-bulan yang baru saja muncul di dekat 1,3700 sebelum mengincar terendah Maret 2018 di dekat 1,3715. (HQEEM)

Sumber: news.esandar.co.id

Artikel Forex Lainnya

Gulir ke Atas