Inflasi Produsen China Masih Menunjukkan Penurunan

Inflasi Produsen Cina Masih Menunjukkan Penurunan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Harga pabrikan China dilaporkan mengalami penurunan dalam bulan kelima selama berturut-turut di bulan Juni karena pandemi Covid-19 yang membebani laju permintaan industri, meskipun tanda-tanda kenaikan di sejumlah bagian sektor ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang lambat.

Biro Statistik Nasional China (NBS) mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Indeks harga produsen (PPI) pada bulan Juni turun 3.0% dari tahun sebelumnya, namun lebih lambat dari perkiraan penurunan 3.2% dalam jajak pendapat Reuters terhadap analis, dan lebih baik dari penurunan 3.7% pada bulan Mei sebelumnya.

Namun demikian sebuah tanda adanya perbaikan yang potensial di sektor manufaktur, setelah PPI manufaktur naik 0.4% di bulan Juni, dari sebelumnya yang turun 0.4% pada bulan Mei.

Ekonom China di Capital Economics, Martin Rasmussen mencatat bahwa perubahan ini didorong oleh kenaikan secara keseluruhan terhadap bahan baku, barang-barang manufaktur dan inflasi harga barang-barang konsumsi, dan dengan stimulus fiskal dan belanja infrastruktur yang masih meningkat, maka pihaknya berpikir bahwa aktifitas ekonomi dan harga produsen akan mengalami pemulihan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Pesanan untuk bahan dan peralatan infrastruktur telah membantu hasil industri mengalami pemulihan yang lebih cepat di China dibandingkan di sebagian besar tempat yang telah membuka lockdown, namun ekspansi lebih lanjut sepertinya akan sulit dicapai tanpa adanya permintaan dan ekspor yang lebih kuat dan berbasis lebih luas.

Zhaopeng Xing yang menjabat sebagai Ekonom Pasar Pasar di ANZ, mengatakan bahwa ANZ mengharapkan PPI China akan tetap dalam deflasi tahun ini dengan penurunan rata-rata sekitar 2.0% akibat pandemi yang berkepanjangan, bahkan dengan adanya tanda-tanda moderasi dalam deflasi China, maka hal ini akan tetap menjadi perdebatan jika kebijakan stimulus aka mengarahkan rebound yang lebih cepat dalam inflasi di sektor industri.

Sebuah survei resmi pada sektor manufaktur pekan lalu menunjukkan aktivitas sektor tersebut yang meluas di bulan Juni, meskipun masih dalam kecepatan yang moderat, seiring keberhasilan Beijing secara drastis mengurangi jumlah infeksi virus corona sehingga memungkinkan membuka kembali aktifitas ekonominya.

Akan tetapi laju pesanan ekspor terus mengalami kontraksi sehingga mencerminkan dampak global dari pandemi Covid-19 yang meluas seiring banyaknya pabrik di China yang mengalami penurunan laba dan memberhentikan pekerjanya untuk memangkas biaya.

Selain itu data inflasi juga menunjukkan harga konsumen naik 2.5% dari tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan dan sedikit lebih cepat dari pertumbuhan 2.4% pada bulan Mei, sementara inflasi inti yang tidak mencakup biaya makanan dan energi, tumbuh moderat di angka 0.9% di bulan Juni, sedikit berkurang dari kenaikan 1.1% pada bulan Mei.

Sejumlah analis memberikan peringatan bahwa tekanan inflasi akan datang menyusul bencana banjir besar di sebagian besar wilayah China pada musim panas ini, yang berpotensi menekan pasokan sayuran sehingga mendorong terjadinya lonjakan harga.

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan kembali ke jalurnya pada kuartal kedua, seiring pemulihan dari kontraksi tajam yang dialami pada periode Januari-Maret saat wabah virus corona mencapai puncaknya.(

Gulir ke Atas