Inflasi Inggris Turun Secara Tidak Terduga Di Bulan Desember

Laju inflasi Inggris secara tidak terduga dilaporkan mengalami penurunan tajam ke level terendahnya dalam lebih dari tiga tahun terakhir di bulan Desember, akibat sektor hotel dan penginapan memangkas harga, yang akan memicu Bank of England untuk memangkas suku bunganya.

Indeks harga konsumen dilaporkan naik 1.3% di tingkat tahunan, dari 1.5% di bulan sebelumnya, yang menunjukkan kenaikan terkecil sejak November 2016 lalu. Angka tersebut dibawah perkiraan sebelumnya dalam jajak pendapat oleh Reuters yang memprediksi kenaikan 1.5% dari para ekonom.

Sejak awal tahun ini para pejabat Bank of England telah menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kekuatan ekonomi Inggris, sehingga meningkatkan harapan di pasar keuangan bahwa mereka dapat memilih untuk melakukan kebijakan pemangkasan suku bunga secepatnya di bulan ini.

Meskipun data hari ini menunjukkan laju inflasi di periode kuartal keempat secara keseluruhan sesuai perkiraan dari Bank of England di 1.4% yang terlihat di bulan November, namun penurunan tekanan harga di bulan lalu yang mengejutkan, kemungkinan akan menambah ekspektasi terhadap kebijakan stimulus.

Mike Hardle selaku ahli statistik di Office for National Statistics, mengatakan bahwa laju inflasi mereda di bulan Desember karena harga akomodasi penginapan hotel mengalami penurunan harga, selain itu produk pakaian wanita juga mengalami penurunan dengan diskon yang lebih besar.

Office for National Statistics menyebutkan bahwa sebanyak 33% hotel yang disurvei pada bulan Desember lalu, melaporkan penurunan harga sewa penginapan, sementara 10% lainnya justru melaporkan adanya kenaikan harga.

Laju ukuran inflasi inti, yang tidak memasukan harga energi, bahan bakar, alkohol dan tembakau, juga dilaporkan mengalami penurunan hingga ke level terendahnya sejak November 2016 di kisaran 1.4%, lebih rendah dari pencapaian 1.7% di bulan November sebelumnya.

Di lain pihak salah seorang pejabat kebijakan Bank of England, Michael Saunders memperingatkan bahwa ekonomi Inggris berisiko terjebak dalam perangkap inflasi di kisaran rendahnya jika bank sentral tidak segera mengambil langkah tindakan awal guna meningkatkan ekonominya.

Sebagai salah satu dari dua pejabat penting Bank of England yang memilih untuk menurunkan suku bunga di pertemuan akhir tahun lalu, Saunders mengatakan bahwa ada risiko laju ekonomi Inggris akan lebih lemah dalam beberapa tahun kedepan, dibandingkan prediksi dari rekan-rekan sejawatnya di bank sentral.

Lebih jauh Saunders menyampaikan bahwa jika bank sentral menunda pelonggaran kebijakan jangka pendek di tengah kelemahan ekonomi yang persisten, serta menghadapi kebutuhan pelonggaran yang lebih besar di kemudian hari, maka risiko terperangkap dalam inflasi yang rendah akan semakin meningkat.

Saunders mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pemilihan bulan lalu telah memberikan dorongan ekonomi, namun demikian kemungkinanya kecil terhadap setiap perbaikan yang ada.(