• 16 Desember 2019

Indeks Harga Konsumen Eurozone Tumbuh Lebih Cepat

Indeks Harga Konsumen Eurozone Tumbuh Lebih Cepat

Indeks harga konsumen Eurozone tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan November, didukung oleh lonjakan harga makanan dan jasa meskipun ada penurunan biaya energi.

Kantor statistik Uni Eropa, Eurostat mengatakan harga konsumen di 19 negara pengguna mata uang Euro naik 1.0% di tingkat tahunan pada bulan ini, meningkat dari 0.7% di bulan Oktober, sementara di tingkat bulanan harga konsumen justru mencatat penurunan 0.3% di bulan November.

Sementara itu ekonom memperkirakan kenaikan 0.9% di tingkat tahunan dalam jajak pendapat Reuters. Harga bahan makanan melonjak 1.8% di tingkat tahunan di bulan ini, naik dari 0.7% di bulan Oktober sebelumnya, sementara untuk harga energi justru anjlok hingga sebesar 3.2% di tingkat tahunan, lebih besar dari penurunan sebelumnya sebesar 3.1% pada bulan Oktober.

Akan tetapi untuk harga konsumen inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang lebih volatil, mencatat pertumbuhan 1.5% di tingkat tahunan pada bulan ini, dari kenaikan 1.2% di bulan Oktober, sekaligus mengalahkah ekspektasi kenaikan menjadi 1.3% dari para pelaku pasar.

Sementara ukuran yang lebih sempit yang dilihat pasar dan yang juga tidak termasuk harga alkohol dan tembakau, juga mengalami peningkatan menjadi 1.3% dari 1.1% di bulan lalu, mengalahkan ekspektasi kenaikan 1.2%.

Untuk indeks harga konsumen di sektor jasa, yang berkontribusi terhadap lebih dari dua pertiga produk domestik bruto Eurozone, tumbuh 1.9% di tingkat tahunan dari 1.5% pada bulan Oktober.

Pihak European Central Bank berkeinginan menjaga laju inflasi di level bawah, namun masih mendekati target 2% di jangka menengah, namun telah gagal selama bertahun-tahun untuk memberikan dorongan bagi pertumbuhan inflasi untuk mendekati target meskipun kebijakan moneter longgar telah mereka jalankan.

Secara terpisah Eurostat mengatakan tingkat pengangguran di wilayah Eurozone turun menjadi 7.5% dari bulan Oktober sebelumnya, yang merupakan tingkat terendah sejak Juli 2008, menyusul penurunan jumlah pengangguran sebanyak 31 ribu menjadi 12,334 juta.(