IMF : Perlambatan Pertumbuhan Cina Akan Berlanjut Di 2020

IMF : Perlambatan Pertumbuhan Cina Akan Berlanjut Di 2020

International Monetary Fund memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina akan berlanjut secara moderat di tahun 2020, meskipun laju ekonomi global kemungkinan akan mengalami peningkatan pertumbuhan.

Dalam laporan World Economic Outlook dari lembaga tersebut, dikemukakan bahwa ekonomi Cina akan mengalami pertumbuhan 5.8% di tahun depan, lebih lambat dari perkiraan pertumbuhan 6.1% sebelumnya di tahun 2019 ini, sementara pada tahun lalu ekonomi Cina tumbuh 6.6%.

Dalam kesempatan perhelatan World Bank-IMF Annual Meetings di Washington, Wakil Direktur Pelaksana IMF Tao Zhang mengatakan kepada Geoff Cutmore dari CNBC bahwa pertumbuhan ekonomi Cina akan melanjutkan tren perlambatan sebelumnya yang telah dimulai beberapa tahun yang lalu.

Zhang menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir apa yang terjadi di dunia, termasuk ketegangan perdagangan, geopolitik dan ketidakpastian, telah menambah tekanan turun lebih lanjut terhadap ekonomi Cina.

Akan tetapi beliau menilai bahwa laju pertumbuhan yang melambat di Cina merupakan sesuatu yang masuk akal, mengingat bahwa Cina tengah merestrukturisasi ekonominya untuk berkembang secara berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa negara tersebut lebih sedikit mengandalkan hutang untuk mendorong pertumbuhan, sementara itu Beijing akan lebih fokus pada memacu sektor konsumsi domestiknya.

Menurut Zhang transisi tersebut akan diterjemahkan untuk menjadi pendukung bagi pertumbuhan ekonomi Cina, yang meskipun melambat namun lebih baik dari sisi kualitas pertumbuhannya.

Proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina di tahun depan, sangat kontras dengan perkiraan IMF terhadap pemulihan ekonomi global.

Lembaga tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 3.4% di tahun depan, setelah mengalami perlambatan yang diantisipasi menjadi 3% di tahun dari 3.6% di tahun lalu, yang sebagian diakibatkan oleh ketidakpastian yang disebabkan oleh perang perdagangan AS dan Cina.

Zhang menyebutkan bahwa pihaknya menilai bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut bersifat genting dikarenakan banyak faktor yang harus bergantung pada apa yang terjadi dengan pengurangan ketidakpastian kebijakan ekonomi di sejumlah negara ekonomi utama dunia.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini